Banjir Rob di Semarang, Ganjar Minta Pemda Siapkan Posko Darurat untuk Evakuasi Warga

Senin, 23 Mei 2022 20:33 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Banjir Rob di Semarang, Ganjar Minta Pemda Siapkan Posko Darurat untuk Evakuasi Warga Ganjar Pranowo. liputan6.com

Merdeka.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memerintahkan kepala daerah dan jajaran menyiapkan tempat evakuasi dan posko darurat lengkap terdiri dari kesehatan, kebencanaan hingga dapur umum di empat kabupaten kota yang terdampak banjir rob. Sebab, Ganjar mengaku menerima laporan warga tak bisa mengevakuasi keluarganya karena banjir rob.

"Seluruh pantura sekarang lagi kita minta koordinasi untuk standby khususnya yang di kota Semarang di demak terus di Pati juga ada lalu di Pekalongan. Kita minta untuk memberikan laporan-laporan, jadi yang sampai ke saya langsung saya bagikan dan mereka diteleponin kita minta untuk diturunkan tim ya agar tim rescuenya bisa cepet dievakuasi," kata Ganjar, Senin (23/5).

Dia menjelaskan bahwa Banjir rob ini terjadi akibat anomali cuaca. Ganjar meminta BMKG terus memperbaharui informasi terkini cuaca dengan memantau perkembangan.

“Perkiraan masih akan berlangsung, mudah-mudahan kita bisa menyiapkan karena memang cukup tinggi dari lautnya naik cukup tinggi,” ujar dia.

BMKG telah menginformasikan bahwa kenaikan pasang air laut mulai pukul 14.00 WIB dan akan tinggi dalam beberapa waktu kedepan terkait kenaikan ini.

“Hitung-hitungan dari BMKG akan turun sekitar pukul 18.00 ini, mudah-mudahan akan bisa turun. Jadi kalau tadi disampaikan dari BMKG maka prakiraannya ya kira-kira dari jam akan kelihatan turun,” tandasnya.

2 dari 2 halaman

Tanggung Jebol

Air pasang (rob) di laut Utara Jawa menjebol tanggul Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah wilayah di pesisir Kota Semarang area pelabuhan Tanjung Emas dan kawasan industri tergenang banjir rob dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 1 meter akibat tanggul jebol yang tidak kuat menahan tekanan air.

"Informasinya ada rob cukup tinggi, karena tanggul itu tidak bisa menahan volume air, akhirnya jebol," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono, Senin (23/4).

Terkait usia tanggul, pihak BPBD kurang mengetahui secara pasti. Namun, dari informasi yang diterima usia tanggul sudah lama.

"Tanggulnya itu tanggul lama, awal berdiri kurang tau," ujar dia.

Pihak BPBD juga belum bisa menginformasikan mengenai berapa meter kejebolan tanggup tersebut. Sebab, pihak BPBD saat ini masih fokus pada penanganan evakuasi.

"Jebolnya berapa meter, belum sampe dapet informasi lapangan. Karena ini posisi masih sibuk evakuasi,”ujar dia.

Evakuasi tersebut yaitu dilakukan kepada setiap warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas dan buruh pabrik di kawasan pelabuhan. Mereka dievakuasi menuju ke tempat yang tidak ada genangan air.

"Sementara hanya evakuasi, belum ada posko pengungsian yang dibuka. Permintaan evakuasi sementara kami amankan lakukan dulu,” pungkasnya. [gil]

Baca juga:
Tanggul Laut Tambak Mulyo Jebol, Banjir Rob Terjang Kawasan Tanjung Emas Semarang
Waspadai Potensi Rob di Selatan Jabar, Jateng dan Yogyakarta
Sudah Tiga Hari Banjir Rob Terjang Permukiman Warga Aceh
Sri Mulyani Usul Pemda Demak Atasi Banjir Rob Pantura dengan Utang
BPBD Pamekasan Keluarkan Peringatan Dini Pasang Air Laut Maksimum
Banjir Kembali Landa Jember, 455 Warga Terdampak dan Tiga Rumah Rusak
Di Depan Sri Mulyani, Bupati Demak Minta Pemerintah Pusat Atasi Banjir Rob di Pantura

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini