Banjir Rendam 15 Desa di Ketapang Kalbar, Ketinggian Air Capai 250 Cm

Rabu, 23 September 2020 13:40 Reporter : Ya'cob Billiocta
Banjir Rendam 15 Desa di Ketapang Kalbar, Ketinggian Air Capai 250 Cm Banjir di Ketapang Kalbar. Istimewa

Merdeka.com - 15 desa yang berada di dua kecamatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terendam banjir. Banjir dipicu salah satunya intensitas hujan tinggi dan berlangsung cukup lama. Tinggi muka air genangan beragam dari 50 hingga 250 cm. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ketapang masih melakukan pendataan kerugian dan populasi terdampak.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Ketapang dengan sigap melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan terkait. Pantauan sementara pada pagi ini, Rabu (23/9), pukul 07.00 WIB, cuaca cerah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati kepada wartawan.

Selama penanganan darurat di lokasi, petugas menghadapi kendala akses komunikasi untuk mendapatkan informasi dari beberapa titik banjir. Selain itu, penambahan perahu karet untuk menembus akses lokasi terdampak sangat dibutuhkan.

BPBD setempat mengidentifikasi kebutuhan yang perlukan antara lain, perahu karet, logistik bantuan dan telepon satelit.

Kabupaten Ketapang termasuk wilayah dengan tingkat risiko bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Setidaknya ada 20 kecamatan yang berisiko banjir pada kategori tersebut dengan luas mencapai lebih dari 800 ribu hektare. Masih dari analisis InaRISK, sebanyak 270.530 jiwa merupakan populasi yang memiliki potensi terpapar bahaya banjir di 20 kecamatan tersebut.

Sedangkan analisis cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada 23 September 2020 untuk wilayah Kalimantan Barat, yakni wilayah dengan potensi hujan lebat dan dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Beberapa wilayah di Kalimantan lain perlu diwaspadai dengan potensi cuaca yang sama, seperti di Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

"Terkait dengan potensi bahaya banjir di kawasan tersebut, masyarakat diimbau selalu waspada dan siap siaga. Hal tersebut sangat diperlukan karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. Apabila harus melakukan evakuasi dan mengungsi, warga diharapkan dapat tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dengan tepat serta memastikan masker cadangan dan perlindungan agar masker tetap aman digunakan sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Banjir
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini