Banjir pujian untuk Aiptu Sutisna, polantas yang dicakar PNS MA

Kamis, 15 Desember 2016 09:28 Reporter : Lia Harahap
Banjir pujian untuk Aiptu Sutisna, polantas yang dicakar PNS MA Aiptu Sutisna bersama Kapolda Metro. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Video seorang wanita memarahi dan mencakar anggota Polantas begitu cepat tersebar di dunia maya. Tak cuma si ibu yang mengamuk, sosok polisi yang diketahui bernama Aiptu Sutisna turut ramai diperbincangkan.

Sikap sabar Sutisna mendapat acungan jempol dari banyak pihak. Utamanya atasannya.

Sutisna dinilai bisa mengendalikan emosinya meski Dora Natalia terus mengamuk sambil menarik bajunya. Sutisna hanya berusaha mengelak dan tak melakukan balasan baik pukulan atau makian.

Dia lebih memilih menyelesaikan masalah itu ke kepolisian. Dora dilaporkan oleh Sutisna ke Polres Jakarta Timur.

"Saya tidak ada masalah sama dia, tapi kenapa saya laporkan, saya merasa kok baju saya (seragam polisi) kok dihina-hina kayak gitu," terang Sutisna.

"Saya hanya manusia biasa, tapi baju ini yang menghidupi saya, harus saya bela. Saya tidak mau baju saya dikata-katain kotor kayak gitu. Saya mendapatkan baju ini juga dengan susah payah," sambungnya.

Secara pribadi, dia mengaku sudah memaafkan Dora. Meskipun, kata dia, yang bersangkutan belum ada itikad baik meminta maaf.

"Kalau pribadi saya sebesar apapun kesalahan orang kalau minta maaf pasti saya maafkan," jelas dia.

Melihat tindakan anak buahnya yang tetap tenang menghadapi warga, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Iriawan, memutuskan memberikan piagam penghargaan untuk Sutisna. Penyerahan piagam dilakukan di depan anggota saat apel rutin di halaman Mapolda Metro Jaya.

"Pak Kapolda pesan semoga bisa jadi contoh buat teman-teman yang lain," ucap Sutisna menirukan pesan Iriawan padanya.

Ibu-ibu ngamuk ditilang polisi ©2016 Facebook.com

Sikap tenang dan sabar Sutisna juga mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Syafruddin. Syafruddin mengatakan, sikap yang ditunjukkan Sutisna memang sudah sewajarnya dilakukan anggota polisi.

Menurutnya, polisi harus selalu sabar menghadapi situasi apa pun saat berhadapan dengan masyarakat. "Polisi itu memang harus sabar. Memang polisi harus begitu melayani masyarakat," kata Syafruddin di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Kendati begitu, Syafruddin menyesalkan tindakan Dora. Apalagi, akibat perlakuan Dora anggotanya mengalami luka cakar dan seragamnya sobek-sobek.

"Kan kasihan juga polisi disobek baju-bajunya," sesal Syafruddin.

Mahkamah Agung (MA) pun demikian. Meski Dora pegawainya, MA tak akan melindungi jika terbukti bersalah.

MA memuji sikap Sutisna menghadapi amukan pegawai mereka di muka umum.

"Kita sampaikan apresiasi petugas kepolisian dengan tenang dan sabar ditonton banyak orang kemudian dalam kondisi emosi seperti itu," ungkap Ridwan saat ditemui merdeka.com di kantornya di Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/12).

"Petugas ini sangat sabar nampaknya menghadapi pengguna jalan, kita taruh apresiasi karena enggak semua kayak gitu," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini