Banjir pujian Satgas Tinombala berhasil tembak mati Santoso

Rabu, 20 Juli 2016 06:21 Reporter : Wisnoe Moerti
Banjir pujian Satgas Tinombala berhasil tembak mati Santoso Jenazah diduga Santoso. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasukan Yonif 515 rider Kostrad terlibat baku tembak dengan kelompok Muhajidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (18/7). Tiga anggota kelompok Santoso berhasil melarikan diri. Dua orang tewas, salah satunya gembong teroris paling diburu yang juga pimpinan jaringan teroris MIT yakni Abu Wardah alias Santoso. Selain Santoso, korban tewas lainnya adalah kaki tangannya yakni Mukhtar.

Sembilan orang anggota Satgas Tinombala berhasil melumpuhkan Santoso. Mereka masuk hutan dan mulai bergerilya hampir dua pekan. Selama berhari-hari mereka berada di dalam hutan untuk memburu gembong teroris yang mengganggu stabilitas keamanan Poso. Mereka hanya bisa bergerak malam hari, di saat suasana senyap agar tidak terlihat musuh.

Ada empat wilayah (sektor) Operasi Tinombala yakni Poso Pesisir Timur, Tokorondo, wilayah Tambaranan Kecamatan Poso Pesisir Utara dan di Nato.

Dalam melumpuhkan teroris kelompok Santoso, tim satuan tugas yang dikerahkan di Poso dibagi menjadi empat sektor. Masing-masing personel dari Tim Tinambola melakukan pengaturan sesuai target lokasi yang diidentifikasi yang merupakan wilayah aktivitas jaringan Santoso.

Jarak dari lokasi posko di Poso cukup jauh jika ditempuh jalan kaki, karena harus melintasi hutan dan tebing. Wilayah ini cukup berat, lebih butuh 4 jam jadi wilayah sangat sulit dijangkau, harus berjalan kaki.

Kabar tewasnya Santoso dengan cepat menyebar ke pelosok nusantara. Keberhasilan Satgas Tinombala yang merupakan gabungan kekuatan TNI dan Polri, mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Salah satunya dari Mabes Polri.

"Polri mengapresiasi siapapun yang lakukan penembakan," tegas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7).

Lebih jauh Jenderal bintang dua ini menjelaskan, kesuksesan operasi Tinombala ini merupakan kerja tim antara Polri dan TNI. "Jadi tidak ada pihak yang boleh menunjukkan arogansinya. Karena ini murni penegakan hukum," tegasnya.

Merdeka.com mencatat, banjir pujian tidak hanya datang dari Mabes Polri tapi juga pejabat pemerintah, politisi bahkan dari pihak TNI. Berikut rangkumannya.

1 dari 4 halaman

Panglima TNI: Saya bangga tim pantang menyerah

Panglima TNI Gatot Nurmantyo. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada prajurit TNI yang terlibat satgas Tinombala dalam membekuk jaringan kelompok radikal Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Diketahui, Santoso tewas saat baku tembak.

"Kenaikan pangkat luar biasa tidak hanya diberikan kepada sembilan prajurit TNI yang menewaskan Santoso dan Basri saat baku tembak. Melainkan kepada prajurit TNI yang berhasil menangkap dan menewaskan anggota kelompok Santoso. Kita akan berikan setelah mereka kembali," kata Panglima TNI di sela-sela Penganugerahan Tanda Kehormatan kepada Pangab Singapura Letjen Perry Lim, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (19/7).

Pemberian kenaikan pangkat luar biasa itu merupakan penghargaan yang diberikan oleh Mabes TNI atas dedikasi prajurit dalam operasi Tinombala yang menyebabkan pimpinan kelompok radikal di Poso, Santoso tewas.

"Saya ucapkan apresiasi dan bangga. Ini adalah keterpaduan kerja bertahap dengan kesabaran. Saya bangga dengan tim yang pantang menyerah, situasi sangat sulit," tegasnya.

2 dari 4 halaman

Tito Karnavian lunasi janjinya

Jenderal Tito Karnavian dilantik jadi Kapolri. ©2016 dok.biro pers setpres

Politikus PDIP Charles Honoris mengapresiasi kinerja polisi dalam menangani terorisme di Poso. Menurut dia, baku tembak kemarin merupakan prestasi luar biasa di awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kapolri yang baru Tito Karnavian baru saja menorehkan prestasi membanggakan di awal jabatannya. Pimpinan kelompok teroris yang selama ini jadi buron Santoso diduga sudah berhasil dilumpuhkan dan tewas tertembak di tangan pasukan Satgas Tinombala yang merupakan gabungan personel TNI-Polri," kata Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/7).

Menurutnya, Tito telah melunasi janjinya sewaktu mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa untuk menumpas buronan teroris paling dicari di Indonesia, Santoso tinggal menunggu waktu.

"Tito sudah melunasi janjinya sewaktu menjadi Kepala BNPT. Menangkap dan meringkus Santoso hanya menunggu waktu saja. Dan hari ini janji itu sudah terealisasi," terangnya.

3 dari 4 halaman

Ketua DPR: Cara cerdas Satgas Tinombala

Perburuan teroris Santoso. ©handout/Humas Polda Sulteng

Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) mengapresiasi kinerja Satgas Tinombala yang berhasil menembak mati pimpinan kelompok bersenjata mujahidin Majelis Indonesia Timur (MIT) Santoso di Poso, Sulawesi Tengah kemarin. Akom menyebut pihaknya telah mengetahui strategi pengejaran Santoso.

Akom juga memuji kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab, meskipun baru seminggu dilantik menjadi Kapolri, Tito dan jajarannya telah berhasil menembak pimpinan teroris paling dicari di Indonesia itu.

"Kita harus memberi apresiasi terhadap kepolisian atas prestasinya ini. Kita apresiasi Pak Tito dan jajarannya yang dapat menangkap Santoso dengan elegan," ujarnya.

Strategi yang dilakukan Satgas Tinombala dinilai cukup cerdas. Dia menyebut langkah satgas Tinombala seperti sistem pagar besi, dengan mengurung dan menutup akses logistik kelompok teroris itu.

"Taktis dilakukan kepolisian dengan cara mengurung, menutup akses Santoso dari area kekuasaannya di gunung itu, istilah saya pakai sistem pagar besi," terangnya.

"Jadi mereka di sini tidak punya akses mendapat logistik, ini cara menurut saya cara cerdas menangkap teroris seperti sekarang," sambung Akom.

4 dari 4 halaman

Wapres JK: Penghargaan sebesar-besarnya

Perburuan teroris Santoso. ©handout/Humas Polda Sulteng

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kinerja TNI dan Polri dalam melaksanakan tugas operasi Tinombala harus mendapatkan penghargaan. Apalagi mereka telah bertugas selama berbulan-bulan memburu kelompok MIT pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

"Kita mengucapkan penghargaan sebesar-besarnya kepada polisi dan tentara yang sudah melakukan operasi besar-besaran selama berbulan-bulan," kata Jusuf Kalla usai acara pembukaan muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (19/7).

Menurutnya, jika DPO teroris Santoso telah tewas, maka TNI dan Polri pantas mendapatkan penghargaan. Selain itu, pemerintah juga bisa dinyatakan menyelesaikan masalah di Poso, apabila dipastikan Santoso tewas usai baku tembak pada Senin (18/7) kemarin.

"Karena itu berikan penghargaan. Kalau itu berhasil, artinya kita bisa selesaikan masalah di Poso," kata dia.

 

Tak kalah menarik:
Mengenang 2 operasi Tinombala yang kerahkan personel besar-besaran
Fakta-fakta tewasnya teroris Santoso
Sisa-sisa kekuatan teroris Poso usai Santoso tewas
Perburuan panjang Santoso hingga akhirnya ditembak mati

[noe]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini