Banjir & Longsor di Sulsel, BNPB Adopsi Konsep Revitalisasi Sungai Citarum

Jumat, 1 Februari 2019 11:43 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Banjir & Longsor di Sulsel, BNPB Adopsi Konsep Revitalisasi Sungai Citarum Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Munardo di Makassar. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Kepala BNPB Doni Munardo mengatakan, bencana yang terjadi di Sulsel berupa banjir dan longsor adalah karena kawasan vegetasi sudah hancur akibat alih fungsi lahan dan kegiatan tambang. Ke depannya, untuk antisipasi itu segera harus dilakukan pengembalian fungsi hutan di kawasan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang dengan mengadopsi konsep Sungai Citarum, Jawa Barat.

Hal ini diungkap Doni dalam pemaparannya saat rapat koordinasi bersama jajaran Pemprov Sulsel di ruang rapat pimpinan kantor Gubernur Sulsel membahas tindak lanjut penanganan bencana yang baru terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan ini, Doni Munardo memboyong tim pemulihan Sungai Citarum. Mereka turut berikan presentasi bagaimana cara Jawa Barat atasi kerusakan ekosistemnya.

"Apa yang dilakukan di Sungai Citarum, Jawa Barat akan diadopsi di sini, seperti itu konsepnya tapi pola sesungguhnya seperti apa, itu diketahui setelah tim nantinya melakukan survey di lapangan. Dan tim survey ini akan bekerja paling tidak sebulan," kata Doni Munardo, Jumat (1/2).

Konsep Sungai Citarum yang dimaksud, kata Doni, mengenai pelibatan banyak pihak yang tentunya akan disesuaikan dengan kearifan lokal di wilayah Sulsel.

Dicontohkan Jawa Barat yang sebelumnya alami kerusakan ekosistem mulai dari hulu, tengah hingga hilirnya. Kawasan vegetasinya sudah hancur 14 persen akibat alih fungsi lahan yang semula hutan jadi kebun kentang, kebun wortel, kebun bawang.

Termasuk bagian tengahnya, ada industri tekstil yang menggelontorkan banyak limbah, limbah rumah tangga, limbah rumah sakit. Setelah diteliti, air di Sungai Citarum mengandung hampir semua jenis logam. Ada magnesium, Cianida, Mangan, Timbal dan bakteri e-coli. Maka, kata Doni, wajah kau Sungai Citarum dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia.

"Malu bangsa kita. Maka tentara Jawa Barat yang terkenal punya kemampuan pembinaan teritorial, saya katakan kemana kalian, kenapa biarkan kawasan ini hancur. Kalaupun bukan tanggung jawab kita sebagai prajurit TNI tetapi sebagai anak bangsa, kenapa ini dibiarkan. Akhirnya sejak itulah semua tentara mau bergerak, terlibat dalam pengembalian fungsi Sungai Citarum," kata Doni Munardo.

Bukan hanya TNI, tambahnya, semua pihak terlibat termasuk dunia usaha diantaranya pihak dari Perusahaan Kopi Kapal Api untuk penanaman kopi karena tanaman kopi miliki manfaat konservasi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Intinya, kata Doni, untuk Sulsel kali ini, dari BNPB akan mendukung penuh pemerintah pusat, presiden dan wapres untuk mengembalikan fungsi konservasi. Jadi pihaknya akan melakukan restorasi, referestasi untuk kawasan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang secara terintegrasi.

Ditanya soal penganggaran untuk program pengembalian fungsi lahan ini, kata Doni Munardo, akan dihitung oleh Pemprop Sulsel bersama tim dari BNPB. Dan dari BNPB sendiri, akan ada bantuan anggaran yang diberikan. Selain itu juga diharapkan dari pihak Pemda dan dunia usaha. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini