Banjir di Tegal, 12.518 Jiwa dan 1.564 Rumah Terdampak

Kamis, 25 November 2021 12:08 Reporter : Supriatin
Banjir di Tegal, 12.518 Jiwa dan 1.564 Rumah Terdampak Ilustrasi banjir. ©ANTARA/VJ Hamka Agung Balya

Merdeka.com - Banjir melanda Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (22/11) pukul 23.30 WIB. Tercatat 1.564 rumah terdampak dengan ketinggian muka air berkisar antara 30 hingga 150 sentimeter.

"Sebanyak 12.518 jiwa terdampak atas kejadian ini," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Kamis (25/11).

Abdul menjelaskan, 25 KK terpaksa mengungsi ke Masjid Baitutaqwa di Kelurahan Dampyak. Tim gabungan berhasil mengevakuasi dua balita berumur sekitar dua minggu beserta ibunya.

Banjir melanda Tegal setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, Sungai Cacaban, Sungai Rambut, Sungai Kemiri, Sungai Pekijing, dan Sungai Siwarak meluap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal melaporkan lima kecamatan di Tegal terdampak banjir, meliputi Desa Tembok Banjaran di Kecamatan Adiwerna, Desa Pecabean di Kecamatan Pangkah, Desa Sidakaton, Desa Kupu di Kecamatan Dukuhturi, dan Desa Sidaharja di Kecamatan Suradadi.

Kemudian, Desa Maribaya, Desa Kemuning, Desa Plumbungan, Kelurahan Dampyak di Kecamatan Kramat, Desa Banjaragung, dan Desa Sukareja di Kecamatan Warureja. Kondisi terkini, banjir sudah berangsur surut dan para pengungsi kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada November Dasarian III periode 21 sampai 30 November 2021, sebagian besar Jawa Tengah berpotensi hujan dengan kategori menengah antara 100 hingga 150 mm.

BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Unsur pentaheliks juga diharapkan ikut berpartisipasi menangani banjir dengan menyiapkan kajian dan rencana jangka panjang agar kejadian ini tidak terus berulang.

Baca juga:
Medan Banjir Hampir di Setiap Sudut Kota, Gubernur Sumut Ungkap Penyebabnya
Pembangunan Polder Pengendali Banjir
Antisipasi Banjir, Pemkot Solo Berencana Bikin Sumur Resapan
Mengenal Sodetan Cisangkuy, Si Pengendali Banjir di Kawasan Bandung
Medan Dikepung Banjir, Bobby Nasution Minta Maaf ke Warga Sumut

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini