Banjir di Samarinda semakin meluas, 1.000 rumah terendam

Rabu, 5 April 2017 13:22 Reporter : Nur Aditya
Banjir di Samarinda semakin meluas, 1.000 rumah terendam Banjir di Samarinda. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Banjir yang merendam 2 kelurahan di Gunung Lingai dan Temindung Permai, di Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, meluas ke kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Di Kelurahan Gunung Lingai saja, lebih 1.000 rumah terendam banjir.

Hujan terus mengguyur dalam 3 malam terakhir, berdampak ketinggian air semakin cepat meninggi. Di Kelurahan Gunung Lingai, menjadi salah satu yang terparah. Ketinggian air mencapai 1,5 meter, warga pun mengungsi sejak Selasa (4/4) malam.

"Terdampak banjir ada lebih dari 1.000 rumah di Gunung Lingai. Ini data sementara, karena terus diinventarisir di lapangan," kata Lurah Gunung Lingai Sarifuddin, kepada merdeka.com, Rabu (5/4).

"Yang banjir yang terparah, ada di 3 RT di RT 06, RT 07 dan RT 08, lebih 1 meter. Air terus naik, karena semalam kan hujan lagi. Wilayah baru terendam banjir di RT 01, RT 03 dan RT 22," ujar Sarifuddin.

Dia menerangkan, limpahan air dari Bendung Benanga, mengakibatkan luapan air Sungai Karang Mumus sedemikian parah. Sarifuddin berharap hari ini tidak lagi turun hujan yang berisiko menambah ketinggian air banjir.

"Kalau hujan lagi, bahaya. Sebagian warga mengungsi. Kita terus amati ketinggian air, kalau terus naik, tidak menutup kemungkinan kita minta semua warga dievakuasi. Saya sudah laporkan ke Camat Sungai Pinang. Jadi, tindaklanjutnya menunggu informasi lanjutan, sementara saya masih mendata rumah warga saya yang terendam," katanya.

Pantauan merdeka.com di lokasi banjir di RT 06 Kelurahan Gunung Lingai, warga sudah mengungsi sedari pagi lantaran memang ketinggian air semakin meningkat. Bahkan, PLN berencana akan mematikan aliran listrik di sebagian wilayah kelurahan Gunung Lingai apabila mengancam akan merendam trafo.

"Ada petugas PLN datang tadi, mau matikan listrik. Memang air semakin naik, tinggal 30 cm. Tetapi kita minta jangan dulu, nantilah dimatikan," ujar Fandi, warga Gunung Lingai.

Dinas Sosial Kalimantan Timur, sekira jam 13.00 Wita, menerjunkan 2 perahu fiber untuk proses evakuasi warga. Setengah jam kemudian, bantuan juga datang dari BPBD kota Samarinda. Selain itu, juga mempersiapkan lampu untuk mengantisipasi kemungkinan PLN memadamkan listrik. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Banjir
  3. Samarinda
  4. Banjir Samarinda
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini