Banjir Bandang Lembata, 32 Meninggal Dunia dan 35 Masih Hilang

Rabu, 7 April 2021 11:49 Reporter : Ananias Petrus
Banjir Bandang Lembata, 32 Meninggal Dunia dan 35 Masih Hilang Enam warga Lembata ditemukan meninggal akibat banjir bandang. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bencana banjir bandang juga terjadi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Banjir bandang terjadi di Kecamatan Nubatukan, Ile Ape, Ile Ape Timur, Buyasuri, Omesuri dan Lebatukan.

Selain korban meninggal dunia dan luka-luka, warga pun mengalami kerugian materil. Rumah warga yang roboh dan tertimpa reruntuhan batu juga masih dalam pendataan.

Selain itu, jembatan putus di desa Waienga Kecamatan Lebatukan. Akses jalan yang menghubungkan desa Jontona Kecamatan Ile Ape Timur ke desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur tertimbun batu dan lumpur. Akses jalan yang menghubungkan Desa Amakaka dan Desa Bunga Muda juga sama.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday kepada merdeka.com menyebutkan, jumlah korban meninggal di desa Amakaka (4/4) sebanyak enam orang.

"Tanggal 5 April ditemukan dua orang. Tanggal 6 April ditemukan tujuh orang, sehingga total meninggal di desa Amakaka menjadi 15 orang. Diperkirakan masih dalam pencaharian 15 orang," Ungkapnya, Rabu (7/4).

Menurut Thomas, Selasa (6/4) kemarin dua jenazah warga Desa Waimatan ditemukan sehingga total meninggal menjadi enam orang. Sebanyak 20 orang masih dalam pencaharian.

"Di Desa Tanjung Batu meninggal enam orang, Desa Waowala tiga orang meninggal dan Desa Lamawolo dua orang meninggal. Dengan demikian total meninggal dunia sampai dengan hari ini sebanyak 32 orang. Masih dalam pencaharian 35 orang," Jelasnya.

Data yang dihimpun wartawan, ada 49 warga yang mengalami luka-luka dan masih dirawat di Puskesmas dan rumah sakit Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Evakuasi jenazah korban terkendala akses jalan karena rusak berat, alat berat yang dikerahkan pun sulit masuk, lantaran jembatan penghubung putus sehingga sulit dilalui.

Hingga saat ini seluruh korban yang ditemukan meninggal sudah dikuburkan secara massal. Jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus bertambah, mengingat masih ada puluhan warga yang hilang dan belum ditemukan. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini