Banjir Bandang di NTT, Ketua DPR Minta Mitigasi Bencana Ditingkatkan

Senin, 5 April 2021 14:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Banjir Bandang di NTT, Ketua DPR Minta Mitigasi Bencana Ditingkatkan Banjir Bandang di Lembata NTT. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita atas terjadinya bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur. Puan meminta proses pencarian korban dan penanganan kedaruratan dimaksimalkan serta mewaspadai bencana susulan.

"Duka cita mendalam untuk para korban banjir bandang di NTT," kata Puan dalam keterangannya, Senin (5/4).

Puan menuturkan, koordinasi penanganan banjir bandang di NTT harus melibatkan tim SAR di Flores dan di Provinsi NTT, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pusat dan daerah, TNI-Polri serta pemerintah daerah.

"Terus lakukan pencarian korban. Koordinasi semua kekuatan SAR, dan tim SAR terdekat seperti di Bali dan NTB saya harap membantu pencarian korban," ungkap politisi PDIP itu.

Puan melanjutkan, dirinya meminta pihak-pihak terkait untuk mencari penyebab banjir bandang. Sehingga tidak terjadi lagi di masa mendatang.

"Mitigasi bencana ditingkatkan, masyarakat dan Pemda serta BNPB setempat diharap waspada cuaca ekstrem," kata eks Menko PMK itu.

Selain itu, Puan minta penanganan kondisi darurat harus dilakukan dengan penyediaan obat dan makanan, trauma healing, penanganan masyarakat rentan seperti ansia, anak-anak, difabel, atau berkebutuhan khusus.

"Kerahkan sumber daya daerah dan pusat. Kerahkan kekuatan dari Pemda atau BPBD, TNI, Polri, masyarakat, dan semua stake holders untuk melaksanakan tanggap darurat," pungkasnya.

Diketahui, bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur telah memakan korban sebanyak 67 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

Kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.

Hingga hari ini, kendala yang dihadapi adalah akses transportasi menuju titik lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan moda penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Jaringan komunikasi dan internet dilaporkan juga tidak stabil sehingga menyulitkan tim lapangan dalam pelaporan kondisi terkini.

Sementara itu otoritas penyeberangan setempat memberikan peringatan berupa larangan pelayaran karena faktor cuaca buruk seperti hujan dan gelombang tinggi. Adapun proses evakuasi korban yang tertimbun lumpur juga masih terkendala karena medan dan faktor lain di lapangan. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini