KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bangun waduk, TNI bongkar bangunan liar di Cipinang Melayu

Rabu, 14 November 2012 11:15 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
TNI keruk kali Cisadane. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga RT 1 dan 2 RW 3 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, keberatan dengan rencana pembuatan waduk di lingkungan mereka. Waduk seluas 32 Ha tersebut dibangun untuk mengantisipasi banjir.

Waduk tersebut nantinya akan menanggulangi banjir di wilayah Jakarta Timur terutama di kawasan Halim Perdanakusuma, Makasar, TNI AU Halim Perdanakusuma. Untuk membuat waduk, nantinya akan dibuatkan sodetan dari Kali Sunter ke Banjir Kanal Timur (BKT). Sodetan tersebut akan terhubung ke saluran penghubung (Phb) Sulaiman di sekitar wilayah RW 02 dan 03 Cipinang Melayu.

Menanggapi hal itu Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI, A Adang Supriyadi, mengakui, pembuatan sodetan tersebut sudah mulai dikerjakan oleh pihaknya, sejak dua pekan terakhir ini. Bangunan yang ada di lahan tersebut terpaksa dibongkar.

"Bangunan-bangunan yang kami bongkar itu sebenarnya liar, karena tidak ada RT/RW nya, dan itu sebenarnya juga berdiri di wilayah Halim," ujar Adang saat dihubungi wartawan, Rabu (14/11).

Adang mengatakan sebagai tahap awal, pihaknya telah menggusur 33 bangunan warga yang berdiri di sekitar wilayah perbatasan Halim Perdanakusuma dengan Cipinang Melayu.

"Kami membongkarnya, untuk keperluan penanggulangan banjir. Nantinya, di sekitar sana juga akan dibangun pula waduk yang sudah diprogamkan Pemprov DKI dan pemerintah pusat. Jadi kami di sini berusaha membantu program mereka untuk penanggulangan banjir di wilayah Jaktim," terang Adang.

Adang juga meminta warga untuk tidak perlu resah terkait pembangunan sodetan tersebut. Dirinya menjamin, sodetan tersebut tidak akan berdampak buruk terhadap permukiman warga di Cipinang Melayu.

"Malahan itu akan menyelamatkan warga sekitar Kali Sunter termasuk Cipinang Melayu dari banjir kiriman yang selama ini kerap melanda," tukas Adang.

Sebelumnya Warga RT 1 dan 2 RW 3 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, keberatan dengan adanya pembuatan waduk yang rencananya akan dibuat di lingkungan mereka. Waduk nantinya seluas 32 hektar.

Ketua RW 3 Muchtar mengatakan warga yang menempati di atas tanah sengketa ini merasa khawatir dengan ada program tersebut.

"Warga keberatan, soalnya kalau memang jadi dibuat takutnya nanti malah menenggelamkan pemukiman RT 1 dan 2 karena kan posisinya itu bersebelahan," ujarnya saat ditemui wartawan di kantor sekretariat RW 3, Selasa (13/10). [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir Jakarta

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.