Bandar narkoba serang Polisi pakai parang & coba bunuh diri

Rabu, 22 April 2015 14:43 Reporter : Abdullah Sani
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat akan menangkap tiga orang diduga bandar narkoba masing-masing inisial Es (24), Fi (40) dan De (33) pada Rabu (22/4) dini hari, anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru mendapat perlawanan dengan parang oleh salah seorang pelaku. Melihat polisi yang menangkap begitu ramai, pelaku itu pun nekat mencoba bunuh diri.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza kepada merdeka.com Rabu (22/4) mengatakan, ketiga pelaku diduga bandar ini diringkus di lokasi yang berbeda.

"Awalnya, kita menangkap pelaku inisial Es profesi securiti (satpam) di salah satu bank swasta alamat di Jalan Bandung, Pekanbaru," ujar Kompol Iwan.

Selanjutnya, kata Iwan, dari keterangan pelaku inisial Es, petugas melakukan pengembangan, kemudian berhasil menangkap pelaku lainnya inisial Fi, di Jalan Soetomo.

Dari tangan tersangka Fi, petugas menyita barang bukti satu paket ganja kering ukuran sedang, dua linting ganja siap pakai dan sejumlah bong.

Usai meringkus kedua tersangka tersebut, lanjut Iwan, pihaknya kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas mengantongi seorang pelaku inisial De. Pria pengangguran yang berdomisili di Jalan Pesisir, Kelurahan Meranti Pandak, Pekanbaru.

"Berangkat dari hasil pengembangan itu, petugas pun tak menunggu lama dan langsung mengejar target ke kediamannya," kata Iwan.

Upaya kita berhasil. Dini hari nya, De kita ringkus di kediamannya," sambung Iwan.

Saat akan ditangkap, tersangka De melakukan perlawanan dengan sebilah parang yang ada di rumahnya. Tak ayal, petugas bersiasat menghindari pelaku dengan keluar dari rumahnya terlebih dahulu.

Bak di film, tersangka De pun mengunci pintu rumah dari dalam dan mencoba membuang barang bukti narkoba dari rumahnya. Tidak hanya itu, petugas juga direpotkan karena tersangka nekat memanjat loteng rumahnya dan berniat bunuh diri.

"Dia (tersangka De) nekat karena pengaruh narkoba yang dikonsumsinya. Mencoba bunuh diri di loteng dengan cara menarik kabel listrik. Dia sempat pingsan karena kesetrum. Tangannya lengket di kabel, tapi nyawanya berhasil diselamatkan," jelas Iwan.

Meski hampir tewas kesetrum, namun setelah sadar dari pingsan, tersangka kembali melakukan perlawanan karena khawatir ditangkap polisi. Perbuatan tersebut membuat petugas mengeluarkan dua kali tembakan peringatan.

Akhirnya nyali pelaku pun ciut mendengar letusan senjata api polisi, tanpa basa basi polisi pun meringkusnya.

"Dari tangan tersangka, kita mengamankan sepucuk senapan angin, sepucuk airsoft gun, 4 paket kecil sabu-sabu, satu paket sedang ganja, dua linting ganja siap pakai, 2 timbangan digital, puluhan plastik pembungkus sabu, 3 buah bong dan sebilah sebuah parang," terang Iwan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 112 jo 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Ganja
  3. Pekanbaru
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.