Bamus Sepakat Chairoman Dicopot dari Jabatan Ketua DPRD Bekasi

Selasa, 1 Maret 2022 19:14 Reporter : Adi Nugroho
Bamus Sepakat Chairoman Dicopot dari Jabatan Ketua DPRD Bekasi KPK Periksa Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro. ©2022 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Badan Musyawarah (Bamus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyepakati Ketua DPRDChairoman J Putra diganti. Hal itu disepakati dalam rapat internal Bamus, Selasa (1/3).

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Hafied mengatakan pencopotan ini permintaan dari DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi.

"Ya itu internal dari partai PKS untuk membuat surat kepada pimpinan DPRD untuk dilakukan proses pergantian ketua DPRD," katanya kepada wartawan, Selasa (1/3).

Abdul juga menjelaskan pihaknya akan menggelar rapat paripurna untuk menentukan siapa penggantiChairoman pada Senin mendatang.

"Kita agendakan tanggal 7 akan dilaksanakan untuk membacakan surat daripada DPD untuk pergantian yang selanjutnya nanti ketua DPRD yang baru tentunya," jelasnya.

Namun, lanjut Abdul, dirinya tidak mengetahui alasan apa sehingga DPD PKS Kota Bekasi menggantikan Chairuman sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi.

"Apakah terkait (Kasus) atau tidak itu urusan dariapda internal dari partai PKS," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro diperiksa KPK terkait kasus suap Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi. Dia mengakui menerima uang Rp200 juta dari Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen. Chairoman mengakuinya usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa (25/1/2022).

Uang itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

"Jadi, tepatnya bukan menerima, tapi diserahkan," ujar Chairoman di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2022).

Chairoman mengklaim awalnya tak mengetahui nominal uang yang dia terima dari Pepen. Chairoman mengaku uang tersebut sudah dia kembalikan kepada tim penyidik lembaga antirasuah.

Menurut Chairoman, uang itu baru diketahui nominalnya saat dihitung tim penyidik.

Baca juga:
KPK Usut Campur Tangan Rahmat Effendi Dalam Pengadaan Polder Kota Bintang
Rahmat Effendi Diduga KPK Sepihak Melakukan Pengadaan Lahan di Bekasi
KPK Duga Rahmat Effendi Potong Anggaran Kelurahan untuk Kepentingan Pribadi
Ekspresi Ali Amril Mengacungkan Dua Jempol Saat Jalani Pemeriksaan Lanjutan
KPK Dalami Aliran Uang Suap ke Rahmat Effendi dari ASN dan Swasta
Rahmat Effendi Diduga KPK Tak Melibatkan Tim Dalam Pengadaan Lahan di Bekasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini