Bambang pernah bantah menyuruh saksi palsu dalam sidang MK

Jumat, 23 Januari 2015 13:07 Reporter : Al Amin
Bambang pernah bantah menyuruh saksi palsu dalam sidang MK Kerja sama BNP2TKI dan KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyuruh saksi memberikan keterangan palsu pada sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010.

Dugaan kasus tersebut bukan kali ini saja 'mengganggu' Bambang. Saat, bekas ketua YLBHI itu mencalonkan diri sebagai Ketua KPK pada 2011, kasus ini juga sempat diangkat untuk menjegalnya.

Bambang yang berlatar belakang seorang pengacara membantah jika dirinya merekayasa data dan fakta pada sidang gugatan Pilkada Kotawaringin Barat di MK. Pernyataan tersebut diungkapkannya dalam wawancaranya dengan tvOne di tahun 2011.

"Saya bukan tipe orang yang menyuruh orang lain melakukan kebohongan. Itu poinnya. Dan itu bisa dilacak dalam track record saya. jadi saya tidak pernah melakukan kebohongan-kebohongan," tegas dia.

Bambang menjelaskan, dalam kasus sidang gugatan Pilkada Kotawaringin Barat terdapat 68 saksi. Menurutnya jika satu atau dua orang yang mengatakan dirinya menghadirkan saksi palsu hal itu tidak bisa diyakini kebenarannya.

"Dalam kasus seperti ini ada 68 saksi. Kalau satu orang menyatakan seperti itu, dua tiga orang yang saya tidak tahu berapa orang, sementara hampir 95 persen, 97 persen dia tetap melakukan, meyakini apa yang dia kemukakan, apa yang salah dalam proses itu. Kita harus berpihak kepada kebenaran yang mana?" ujar Bambang.

"Yang ketiga, kasus ini sudah hampir dua tahun yang lalu, baru muncul terakhir ini muncul di tikungan. ada kemudian kesan bahwa sengaja secara sistematik dilakukan oleh seseorang, saya tidak tahu siapa yang sebenarnya punya kepentingan untuk menjegal pencalonan saya." [tts]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini