Balita PDP di Barito Timur Dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya

Minggu, 29 Maret 2020 09:45 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Balita PDP di Barito Timur Dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Ruang isolasi pasien corona di RSUP Persahabatan. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur Simon Biring membenarkan ada satu orang warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Satu PDP COVID-19 berusia 2,2 tahun.

Sebelumnya, balita tersebut memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, yakni Jakarta dan tiba di Bartim pada 26 Maret 2020.

"Data terbaru sore kemarin, ada satu orang berstatus PDP dan sudah dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya," kata Simon dilansir Antara, Minggu (29/3).

Anak tersebut menderita sakit dengan gejala-gejala mengarah pada corona. Melihat kondisi tubuh yang panas mencapai 41 derajat celsius, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kalteng.

"Yang bersangkutan langsung diberikan status PDP dan langsung kita rujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya bersama petugas kesehatan dan sopir yang dilengkapi APD pada pukul 15.30 WIB," kata Simon.

1 dari 1 halaman

Simon mengajak warga Barito Timur meningkatkan kewaspadaan serta melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, serta berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tidak lupa pula sering mencuci tangan setiap akan dan sesudah beraktivitas.

Hal ini mengingat ada peningkatan dalam data terbaru dari Gugus Tugas COVID-19 Barito Timur, diantaranya orang dalam pengawasan (ODP) yang semula 12 orang menjadi 13 orang dan satu orang PDP. Sedangkan yang melakukan pengawasan diri sendiri berjumlah 387 orang.

"Kami akan rapat lagi untuk menyusun langkah dan kebijakan strategis untuk mengantisipasi pencegahan penularan dan memutus rantai COVID-19 di wilayah ini," kata Simon.

Simon juga mengimbau kepada seluruh warga di Barito Timur yang baru datang dari luar daerah, baik di wilayah Kalteng, luar Kalteng maupun luar negeri melaporkan diri ke Puskesmas terdekat. Tujuannya agar petugas medis bisa memeriksa dan memantau kondisi mereka sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan COVID-19.

"Kami mengharapkan seluruh masyarakat Barito Timur tidak panik secara berlebihan menanggapi informasi yang beredar. Jika memang mengetahui ada info terkait hal-hal yang mengacu COVID-19, warga bisa langsung menghubungi Gugus Tugas COVID-19 atau Dinas Kesehatan Barito Timur," kata dia. [ray]

Baca juga:
Gugus Tugas Sulit Telusuri 1.322 Warga Kaltim yang Ikut Acara Ijtima di Sulsel
Distribusi APD untuk Dokter dan Perawat Disebut Belum Adil dan Merata
JK Tulis Puisi Virus Corona: Semua Bermula dari Wuhan
Rindu Setengah Mati dari Ruang Isolasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini