Bali mulai larang rumah makan sajikan menu masakan daging anjing

Jumat, 19 Januari 2018 12:10 Reporter : Gede Nadi Jaya
Bali mulai larang rumah makan sajikan menu masakan daging anjing rumah makan jual daging anjing. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Larangan rumah makan menjual menu daging anjing mulai gencar disosialisasikan di Bali. Itu setelah Pemerintah Provinsi Bali melalui dinas kesehatan hewan mengeluarkan surat edaran larang mengonsumsi daging anjing.

Larangan itu tertuang dalam surat edaran (SE) Gubernur Nomor 24.3/9811/KKPP/Disnakkeswan. Meski surat itu telah diterbitkan, sejumlah rumah makan masih terlihat memasang menu masakan daging anjing atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'RW'.

Pantauan merdeka.com, beberapa rumah makan yang masih memajang menu daging anjing ada di jalan Tukad Musi dan Hyam Wuruk serta di jalan Sesetan Denpasar. Termasuk penjual daging RW yang sangat laris di bilangan Dalung Kuta Utara. Rumah makan ini langsung disambangi petugas dari dinas kesehatan hewan Pemkab Badung.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama menuturkan, saat ini pemerintah masih sebatas sosialisasi larangan menjual menu makanan daging anjing untuk menindaklanjuti adanya surat edaran dari provinsi. Sosialisasi terus dilakukan dan melibatkan jajaran Satpol PP Badung.

"Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa daging anjing bukan makanan hewani yang layak dikonsumsi," kata Gede Asrama, Jumat (19/1).

Dalam sosialisasi ini pihaknya lebih mengedepankan pembinaan daripada penindakan. "Sekarang ini hanya sebatas sosialisasi, tidak ada tindakan," ucapnya.

Setelah sosialisasi, jika masih ditemukan ada rumah makan yang menjual daging anjing, maka akan ditindak tegas. Dia berharap, dengan sosialisasi ini tidak ada lagi daging anjing yang diperjualbelikan untuk di konsumsi.

"Kami harap masyarakat semakin paham dan tidak lagi menjual daging anjing. Apalagi sudah ada surat edaran (SE) dari Gubernur," terangnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara memastikan, institusinya ikut serta terlibat dalam menyosialisasikan larangan menjual daging anjing.

"Terkait sosialisasi ini kami sifatnya membackup Dinas Pertanian dan Pangan. Ini akan terus kita lakukan untuk menyosialisasikan," singkatnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini