Bali akan uji coba gerakan sehari tanpa nasi

Selasa, 31 Maret 2015 11:09 Reporter : Gede Nadi Jaya
Ilustrasi nasi. Shutterstock/catshila

Merdeka.com - Tingginya kebutuhan masyarakat mengonsumsi beras, membuat pemerintah provinsi Bali menerapkan hidup sehari tanpa nasi. Rencananya apa yang dicanangkan ini akan dimulai pada bulan Agustus, 2015 mendatang.

"Kita akan mengawali dari kita dulu, mulai dari masing-masing SKPD di pemerintahan provinsi Bali. Harapan kita masyarakat juga bisa mencobanya," kata Ketut Lihadnyana, Kepala badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) Provinsi Bali.

Lihadnyana mengatakan di ruang kerjanya, Selasa (31/3) bahwa masyarakat memang sudah menjadikan beras sebagai makanan pokok. Padahal karbohidrat tidak hanya terdapat pada nasi, masih ada alternatif lain seperti jagung, ketela dan kentang.

Kebijakan One Day No Rice ini dilakukan mengingat kondisi pasokan beras di Indonesia sudah sangat kritis. "Kebutuhan akan beras tidak sebanding dengan jumlah pasokan yang ada. Bahkan Indonesia yang kaya akan sumber pertanian harus impor beras ke luar negeri," ucapnya.

Soal teknis sehari tanpa nasi, kata Lihadnyana akan coba diterapkan sebulan sekali. Bila bisa diterapkan akan kemungkinan dilakukan sebulan dua kali atau bahkan bisa seminggu sekali.

"Teknisnya nanti kita terapkan per Agustus dengan sebulan sekali tanpa nasi. Kalau itu berjalan bisa saja kita terapkan seminggu sekali," pungkas Lihadnyana. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Bali
  2. Beras
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini