Bali akan bangun bandara di atas laut seluas 600 Ha

Rabu, 20 Agustus 2014 16:15 Reporter : Gede Nadi Jaya
Bali akan bangun bandara di atas laut seluas 600 Ha Bali. ©2013 Merdeka.com/perfecttravellers.com

Merdeka.com - Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, mengapresiasi dan memuji konsep Bandara baru yang diajukan oleh konsultan asal Kanada Airport Kinesis. Hal ini setelah dirinya mendengarkan pemaparan dari konsultan yang dipimpin oleh Komisioner Perdagangan, Kedutaan Besar Kanada, Tommy Ruslim di ruang kerja Gubernur.

Mantan Jenderal Polisi Bintang Dua ini mengaku setelah tujuh kali memaparkan konsep pembangunan Bandara, akhirnya konsep terakhir ini dinilai sudah mendekati sempurna dan bisa diterapkan. Pastika sendiri setuju dengan ide pembangunan Bandara yang sudah ditentukan di Kubutambahan itu di atas laut dengan mereklamasi laut sekitar 600 hektar, karena tidak akan mengorbankan lahan pertanian di sekitarnya.

"Bandara sendiri sudah pasti ditentukan di Kubutamban, dan di sana banyak terdapat lahan persawahan kelas 1, jadi jika sampai dikorbankan dikhawatirkannya akan mengganggu produksi pangan di sana," jelas Pastika, Rabu (20/8).

Untuk memperdalam kajian dari Airport Kinesis Canada, Pastika meminta agar dipastikan survei tentang kedalaman laut di sana. Hal ini karena menurutnya perairan di sekitar wilayah desa Kubutambahan, Kabupaten Singaraja sangat dalam dan ombaknya cukup besar, agar tidak mengganggu pembangunan Bandara.

Pastika juga meminta kepada pihak konsultan untuk mempersiapkan pemaparan yang lebih mendetail tentang dana, management dan masa depan Bandara jika dibangun, karena menurutnya pembangunan proyek ini harus benar-benar menguntungkan Bali.

"Saya minta kejelasan dari Anda, nilai lebih apa yang bisa anda tawarkan kepada kami, karena selain Airport Kinesis Canada masih akan ada dua konsultan lagi akan bersaing," tambahnya.

Selain masalah teknis, Gubernur juga menyoroti masalah administrasi yaitu persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Dia mengkhawatirkan dengan masa transisi politik sekarang ini berpengaruh terhadap kelancaran administrasi di kementerian terkait.

"Jika sudah turun dari Kementerian Perhubungan, pasti saya terbitkan surat rekomendasi untuk anda dan konsultan lainnya," tandasnya.

Sementara itu perwakilan dari Airport Kinesis Canada, Shad Serroune, dalam memaparkan penyempurnaan konsep pembangunan Bandara di Bali Utara, mengusung nama Dwijendra International Airport. Katanya, pembangunan bandara ini bertujuan untuk mengatasi kekroditan di wilayah Bali Selatan. Pembangunan Bandara yang rencananya akan mereklamasi lautan ini, diperkirakan akan membutuhkan 134 juta kubik tanah dengan kedalaman tidak lebih dari 100 meter.

Lebih lanjut dia menjelaskan selain membangun Bandara, Airport Kinesis memberikan penawaran yang lebih, yaitu pembangunan rumah sakit, pusat Pendidikan dan Pelatihan tentang kedirgantaraan, dan pembangunan serta pengoperasian Bandara akan mengusung konsep ramah lingkungan. Selain itu, Shad Seraounne juga menjanjikan pembangunan Bandara ini akan membuka banyak lowongan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.

Rencananya selain melayani penerbangan domestik, Bandara ini juga akan melayani penerbangan internasional. Dia meyakinkan jika surat ijin dari Kementerian Perhubungan bisa terbit bulan oktober 2014, maka jika terpilih pengerjaan bisa dilaksanakan awal tahun depan. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pariwisata Bali
  2. Bali
  3. Bandara
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini