Balai Cagar Budaya teliti sejarah situs wajan raksasan di Kutoarjo

Rabu, 11 Mei 2016 01:44 Reporter : Parwito
Balai Cagar Budaya teliti sejarah situs wajan raksasan di Kutoarjo Ekskavasi situs wajan raksasa. ©2016 Merdeka.com/Parwito

Merdeka.com - Situs wajan raksasa, tungku beserta prasasti seorang pendekar kung fu di Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menarik perhatian pemerintah pusat.

Pemerintah menerjunkan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah untuk melakukan ekskavasi di situs itu, Selasa (10/5) sore.

Arkeolog BPCB Jateng Wahyu Broto Nugroho, saat dikonfirmasi merdeka.com selama proses penggalian, eskavasi dilakukan untuk mengungkap misteri sejarah dan merunut cerita tentang wajan kuno di lokasi itu.

"Kami ingin mengetahui konteks atau kaitan sejarah wajan raksasa dengan kebudayaan masyarakat, sehingga ekskavasi perlu dilakukan," terangnya.

Wahyu menjelaskan ekskavasi diawali dengan penentuan titik koordinat, kemudian dilanjutkan pembersihan kawasan sekitar situs. Penggalian difokuskan pada lubang lokasi wajan raksasa ditemukan.

Wahyu membeberkan, arkeolog dapat mengungkap kemungkinan bentuk tungku dudukan wajan raksasa, dari mana lubang kayu bakar serta proses pembakarannya.

"Ekskavasi dilakukan seizin pemilik bangunan," tuturnya.

Kegiatan dilakukan tanpa mengganggu proses pembangunan gudang dan ruko milik pengusaha Widodo Hadi Pranoto.

"Kami sudah izin dan sampaikan terkait aturan pelestarian cagar budaya, pemilik memahami serta terbuka menerima kami," tuturnya.

Namun sampai kini, arkeolog BPCB belum bisa menetapkan usia wajan dan kegunaannya. Usia absolut tidak bisa karena tidak ada catatan, sedangkan perkiraan masih harus dikaji karena perlu data pendukung.

"Misalnya keterangan saksi serta sampel benda di sekitar lokasi temuan, kami masih mencoba mengungkapnya," pungkasnya. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini