Bakal Dipimpin Komjen, Ini Sejarah Brimob dari Era Jepang Hingga 3 Kali Ganti Nama

Jumat, 15 November 2019 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Bakal Dipimpin Komjen, Ini Sejarah Brimob dari Era Jepang Hingga 3 Kali Ganti Nama Personil Brimob di MK. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) tengah menggodok jabatan perwira tinggi di tubuh TNI dan Polri. Salah satunya jabatan Komandan Korps Brimob Polri.

Jika saat ini Komandan Korps Brimob dijabat oleh jenderal bintang dua alias Inspektur Jenderal (Irjen), rencananya ke depan posisi itu akan diisi perwira dengan pangkat bintang tiga alias Komisaris Jenderal (Komjen). Sebagai informasi saat ini Komandan Korps Brimob Polri dijabat oleh Irjen Pol Drs Anang Revandoko.

Korps Brimob memiliki sejarah panjang sejak awal dibentuk. Berikut sejarah Korps Brimob hingga beberapa kali ganti nama:

1 dari 4 halaman

Lahir dengan Nama Tokubetsu Keisatsu Tai (Pasukan Polisi Istimewa)

Dalam sejarah, Brimob pertama kali dibentuk di era Jepang dengan nama Tokubetsu Keisatsu Tai pada bulan April 1944. Berdasarkan situs resmi, Korps Brimob Polri, Tokubetsu Keisatsu Tai beranggotakan para polisi muda dan pemuda polisi serta didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera.

Tokubetsu Keisatsu Tai memiliki persenjataan yang lebih lengkap daripada polisi biasa. Para calon anggotanya pun diasramakan dan memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang. Maka dari itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa anggota Tokubetsu Keisatsu Tai adalah pasukan polisi yang terlatih, berdisiplin tinggi dan terorganisasi dengan rapi.

Satuan Tokubetsu Keisatsu Tai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang, tergantung pada situasi wilayah dan Kompi tersebut berada di bawah kekuasaan Polisi Karesidenan. Pada umumnya Komandan Kompi Tokubetsu Keisatsu Tai berpangkat Itto Keibu (Letnan Satu ).

Tokubetsu Keisatsu Tai adalah cikal bakal Berdirinya Kepolisian Negara Republik Indonesia. Karena pada tanggal 21 Agustus 1945, di bawah kendali Inspektur Polisi Tk. I Mohammad Jasin, membacakan teks proklamasi dari pasukan polisi istimewa yang berbunyi, "Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia".

Setelah menyatakan Proklamasi Kepolisian, lalu Polisi Istimewa memperbanyak dan menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai, dapat dibaca dan dapat dikunjungi orang. Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, Polisi Istimewa juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.

2 dari 4 halaman

Menjadi Mobile Brigade

Setelah polisi istimewa atau Tokubetsu Keisatsu Tai berkiprah menjaga keamanan dan melindungi negara, terutama di wilayah strategis seperti pulau Jawa dan Sumatera, pada tanggal 14 November 1946 polisi istimewa berubah nama menjadi mobile Brigade.

Berdasarkan surat keputusan Departemen Kepolisian Negara Nomor Polisi 13/MB/1959 tanggal 25 April 1959 maka kesatuan Mobile Brigade (Mobrig) diubah susunannya menjadi tingkat Batalyon. Koordinator Mobile Brigade daerah menjadi Komandemen Daerah dan koordinator Mobile Brigade Jawatan Kepolisian Negara diubah menjadi Komandemen Mobile Brigade Pusat (Komopu).

3 dari 4 halaman

Bentuk Pasukan Ranger (Pelopor)

Dalam menghadapi tantangan, terutama karena banyaknya pemberontakan dan separatisme, pimpinan Mobrig memandang perlu pembentukan pasukan khusus yang mempunyai kemampuan khusus pula. Maka, sekitar tahun 1954-1959 mulai dirintis pembentukan pasukan Ranger (Pelopor) angkatan ke-1.

Kemudian dilanjutkan pendidikan Ranger angkatan ke-2 dan ke-3 di SPMB Porong Watukosek, Pasuruan. Dengan demikian, pada akhir 1959 SPMB mampu membentuk tiga Kompi Ranger. Ketiga Kompi Ranger itu adalah Kompi 5994 dengan Komandan Kompi AKP Loemy, Kompi 5995 dengan Komandan Kompi AKP Anton Soedjarwo dan Kompi 5996 dengan Komandan Kompi AKP Saim. Karena AKP Saim ditugaskan ke luar negeri, Komandan Kompi 5996 lalu dijabat oleh AKP Hudaya Sumarya.

Pendidikan Ranger terakhir angkatan ke-6 berlangsung pada tahun 1961. Setelah itu, Ranger berubah nama menjadi Pelopor. Setelah berubah nama menjadi Pelopor, sejak tahun 1962-1968 dilangsungkan pendidikan Pelopor angkatan I VIII. Pada 13 Maret 1961 Kompi Pelopor dikembangkan menjadi Batalyon Pelopor. Selanjutnya dikembangkan lagi menjadi Resimen Pelopor (Menpor).

4 dari 4 halaman

Berganti Nama Menjadi Brimob

Kemudian pada 14 November 1961 Presiden Soekarno menganugerahkan 'Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama' sebagai penghargaan pemerintah atas pengabdian dan kesetiaan Mobile Brigade. Saat itu pula Presiden RI secara resmi mengubah nama satuan ini dari Mobile Brigade menjadi Brigade Mobile.

Saat ini Brimob terdiri dari dua cabang yakni Gegana dan Pelopor. Gegana bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik seperti: Penjinakan Bomb (Bomb Disposal), Penanganan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), Anti-Terror (Counter Terrorism), dan Inteligensi.

Sementara, Pelopor bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih luas dan bersifat Paramiliter seperti: Penanganan Kerusuhan/Huru-Hara (Riot control), Pencarian dan Penyelamatan (SAR), Pengamanan instalasi vital, dan operasi Gerilya serta pertempuran hutan terbatas. [dan]

Baca juga:
Ini Sejarah Kepangkatan Komandan Brimob dari Zaman Bung Karno Hingga Jokowi
Pesan Kapolri ke Brimob: Niatkan Segala Tugas sebagai Ibadah
Brimob Persilakan Jurnalis Naik ke Baracuda Saat Liput Kerusuhan
Ciptakan Kondisi Aman, Brimob Polda Papua Terus Patroli Malam
Demonstran Terus Serang Gedung BPK Tempat Brimob Bertahan

Topik berita Terkait:
  1. Brimob
  2. Polri
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini