Bak drama Hollywood, ada kisah cinta di balik perampokan Daan Mogot

Kamis, 22 Juni 2017 04:14 Reporter : Ronald, Randy Ferdi Firdaus
Bak drama Hollywood, ada kisah cinta di balik perampokan Daan Mogot Pelaku Kasus Perampokan Davidson. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ben Affleck dikisahkan menjadi seorang penjahat kelas kakap yang melakukan perampokan sejumlah bank. Di suatu aksi, dia jatuh cinta dengan seorang sandra yang bekerja sebagai pegawai bank.

Mereka pun memutuskan berpacaran, meski pada akhirnya sang wanita, tahu bahwa pria yang dicintainya adalah buronan polisi. Demi menyelamatkan kekasihnya, Rebecca Hall membohongi agen FBI yang tengah memburu Ben.

Ben akhirnya lolos dari kejaran FBI. Uang hasil kejahatan, diberikan kepada sang pacar. Sayang kisah cinta mereka berakhir, Ben memutuskan pergi dan tak kembali.

Kisah cinta perampokan bak film The Town di atas rupanya tak cuma cerita fiksi. Baru-baru ini, di Jakarta, tepatnya depan SPBU Daan Mogot, geger perampokan nasabah Bank BCA, Davidson Tantono pada 9 Juni lalu. Davidson ditembak mati tepat di kepala usai mengambil uang Rp 300 juta lebih.

Polisi bergerak cepat, 7 pelaku telah ditangkap. Sang eksekutor, Safril ditembak mati karena mencoba melawan dengan merebut senjata petugas saat ditangkap di daerah Sidoardjo, Jawa Timur.

Safril merupakan otak dari pelaku perampokan Davidson. Dia adalah pemimpin dari 10 berandal tengik yang diketahui telah melakukan aksi sebanyak 23 kali. Modusnya hampir sama, mengintai nasabah bank yang menarik uang dalam jumlah besar, kemudian dirampok di jalan.

Kembali ke drama percintaan, Safril dalam aksinya rupanya melibatkan sang kekasih bernama Rachel. Kekasihnya ini yang menyewakan sebuah apartemen bagi komplotan ini di kawasan Jakarta Timur.

"Karena KTP daerah kurang diterima, jadi pakai KTP saya," kata Rachel.

Safril dan kekasihnya pun bersama-sama menghindari kejaran polisi. Hampir dua minggu, sejumlah tempat dikunjungi untuk menyamarkan jejak. Hingga akhirnya mereka tiba di Surabaya dan tertangkap. Padahal mereka berdua ingin kabur ke Bali menikmati duit hasil perampokan.

"Makanya, saat kami tangkap ada duit Rp 6 juta yang merupakan sisa pelarian, mereka mau ke Bali," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan.

Rachel pun mengenang kisah pertemuannya dengan Safril. Saat itu, di sebuah tempat karaoke mereka berkenalan. Safril kerap menjadi pelanggan karaoke di Grand Menteng. Rachel di situ menjadi pemandu karaoke.

"Kenal di karaoke. Di karaoke jadi LC, itu sudah lama. Di Grand Menteng pak," ujar Rachel.

Rachel mengaku tahu bahwa profesi sang kekasih adalah seorang perampok. Tapi, dia mengaku selama ini tak pernah mencicipi hasil rampokan pacarnya. Dia mengatakan, selama mengenal Safril, hanya diberi uang buat masak.

"Kalau uang, saya tidak pernah kebagian, dia cuma naruh di dompet untuk masak dan alat mandi," ujar Rachel saat ditanya Kapolda apakah kebagian uang hasil rampokan pacarnya.

Kini, Rachel harus mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Sementara Safril, mempertanggungjawabkan perbuatannya langsung di hadapan Tuhan usai ditembak mati polisi. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini