Bahaya Limbah Rokok Bagi Lingkungan

Rabu, 18 Mei 2022 18:03 Reporter : Merdeka
Bahaya Limbah Rokok Bagi Lingkungan Pabrik rokok di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Peraturan pengendalian tembakau di Indonesia dinilai masih sangat lemah. Data membuktikan, perokok di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) tahun 2019 menyebutkan, jumlah prevalensi perokok di Indonesia mencapai 65 juta orang. Terbanyak ke-3 di dunia. Angka tersebut seiring dengan peningkatan prevalensi perokok muda usia 10-18 tahun dari 7,2 persen menjadi 9,1 persen tahun 2019.

Sekretaris Jenderal Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC) Rama Tantra mengatakan, anak muda tidak boleh berdiam diri melihat produk rokok yang dianggap normal di kalangan masyarakat. Dia pun merasa resah dengan iklan rokok yang beredar luas di masyarakat saat ini.

"Sudah sangat jelas, Industri rokok menargetkan anak muda melalui iklan promosi sponsor yang masif secara offline maupun online di internet agar kita tertarik (merokok). Selain itu sebenarnya, iklan promosi sponsorship adalah upaya manipulasi yang dilakukan industri rokok untuk menormalisasi produknya. Tidak bisa terus didiamkan," ucapnya dalam sebuah diskusi, Rabu (18/5).

Terbaru, industri rokok mulai memperkenalkan produk anyar yaitu rokok elektronik dengan dalih bebas asap dan sebagai produk baru yang dapat memberhentikan perokok konvensional. Namun, katanya, faktanya penelitian membuktikan bahwa kandungan bahan kimia dalam rokok elektrik berbahaya mengandung nikotin. Bahkan lebih berbahaya dibandingkan rokok konvensional.

"Kami di Ambon, resah juga melihat teman-teman kami yang merokok biasa dengan juga nge-vape. Mungkin juga karena mereka yang mau merokok itu mudah sekali beli rokok. Jadi akhirnya banyak yang merokok," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Limbah Rokok Berbahaya

Aktivis lingkungan River Warrior , Aeshnina Azzahra Aqilani, menilai, rokok berbahaya bagi lingkungan. Dia mengatakan, puntung rokok merupakan sampah residu (B3) yang mencemari udara dan merusak kualitas air.

"Hingga dapat membunuh makhluk hidup di dalamnya. Dan sampah ini (puntung rokok) sangat banyak di sekitar kita," jelas dia.

Aktivis lingkungan dan Staf Edukasi GIDKP Sarah Rauzana Putri, menambahkan, penting adanya komitmen pemerintah melalui kebijakan terkait sampah produk rokok yang ditimbulkan.

Terlebih, kata dia, rokok elektronik bukanlah solusi. Melainkan menambah masalah baru dari segi lingkungan. Sisa konsumsi atau sampah rokok elektronik, harus dikelola secara spesifik sebagai sampah elektronik.

"Industri rokok harus bertanggung jawab untuk mengelola sampah produk mereka (Extended Producer Responsibility). Tetapi sampai sekarang belum ada bentuk tanggung jawab yang konkret dari industri rokok," ucapnya.

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2022, IYCTC didukung oleh Lentera Anak dan Campaign Tobacco Free Kids akan menyelenggarakan kegiatan Indonesian Youth Summit on Tobacco Control dengan tema ‘Speaking Truth to Power’ sebagai wadah berkumpul dan partisipasi anak muda dari seluruh indonesia menyuarakan kebenaran terkait isu pengendalian tembakau.

"Industri rokok tidak peduli terhadap masalah kesehatan dan lingkungan yang mereka timbulkan. Pemerintah harus melindungi kami melalui peraturan (revisi PP 109) yang kuat," ucap Rama Tantra.

[rnd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini