Baguna PDIP siap diterjunkan di daerah kena imbas kabut asap

Minggu, 20 September 2015 17:22 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Baguna PDIP siap diterjunkan di daerah kena imbas kabut asap PDIP. Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan badan SAR Nasional (Basarnas) bekerja sama memberikan pelatihan bagi kadernya yang tergabung di Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). Pelatihan ini dilakukan selama lima hari sejak tanggal 16-20 September, di Bumi Perkemahan Sukamantri, Gunung Salak, Bogor.

Dengan berbekal materi pelatihan di medan terjal dan tantangan berat hutan di pegunungan, 100 anggota Baguna yang telah dilatih Basarnas tersebut akan langsung diturunkan ke daerah yang terkena bencana asap.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen DPP PDIP Bidang Kerakyatan, Eriko Sotarduga dan Ketua Baguna PDIP, Alvian Feoh saat penutupan acara pelatihan, di Bumi Perkemahan Sukamantri, Gunung Salak, Bogor, Minggu (20/9).

"Sekarang ini bangsa kita sedang banyak bencana, termasuk asap yang sudah sangat mengkhawatirkan. Ini nanti sudah bisa langsung diturunkan," kata Eriko.

PDIP, kata Eriko, sebagaimana sudah diinstruksikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, harus hadir bersama-sama dengan rakyat ketika terjadi bencana. Untuk itulah, melalui Baguna PDIP berkomitmen mendedikasikan diri kepada bangsa ini. Apalagi, dari segi geografis, Indonesia memang potensi terjadinya bencana di berbagai daerah sangat tinggi.

"Kita tentu tidak bisa hanya mengandalkan personel Basarnas yang dari segi jumlah jika dibandingkan dengan cakupan potensi bencana di negara ini sangat banyak. Makanya, kader PDIP di Baguna dilatih untuk bisa membantu Basarnas," ujarnya.

Selain mereka akan berperan langsung dalam penanganan bencana, pelatihan ini juga sekaligus sebagai upaya membangun kesadaran di tengah masyarakat agar lebih sigap dan siap ketika terjadi bencana.

Eriko lantas mencontohkan bagaimana Jepang yang juga punya potensi tinggi terjadi bencana tetapi masyarakatnya sudah punya kesadaran bagaimana ketika menghadapinya.

"Inilah yang selalu ditekankan Ibu Megawati, bahwa kita harus selalu siap dan sigap karena banyak daerah di Indonesia. memang rawan dan punya potensi tinggi terjadi bencana," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eriko juga mengatakan, PDIP menargetkan setidaknya ada 800 personel Baguna yang mengikuti pelatihan oleh Basarnas. Dengan jumlah setara satu batalion, Eriko meyakini akan sangat membantu pemerintah dalam bergotong royong dangan masyarakat menghadapi dan menangani bencana.

"Kader di Baguna juga ini sekaligus selain sebagai bentuk pengabdian adalah demi meneruskan apa yang sudah dirintis almarhum Bang Ondos (Theodorus Jacob Koekrits) yang sebelumnya memimpin Baguna PDIP ini," jelasnya.

Dengan semangat dedikasi dan gotong royong itulah, lanjut Eriko, para peserta begitu antusias mendapatkan pelatihan. Meski dalam kelelahan, kata dia, mereka tidak menunjukkan mengalami penurunan semangat.

Sementara Alvian Feoh mengatakan, dalam pelatihan oleh Basarnas, para peserta dilatih untuk menghadapi medan air, hutan dan gunung.

"Di pelatihan air, peserta dilatih bagaimana mengemudi perahu ketika menyelamatkan korban bencana, juga bagaimana teknik evakuasinya," ungkapnya.

Sementara medan hutan dan gunung, para peserta dilatih teknis medan yang sulit dan bagaimana tetap bisa survive. Sebab, pada umumnya bencana yang terjadi di daerah-daerah memang medannya cukup sulit sehingga butuh keterampilan ketika menanganinya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini