Badrodin Haiti batal jadi Komisaris Utama Grab Indonesia

Jumat, 17 Februari 2017 13:58 Reporter : Supriatin
Badrodin Haiti batal jadi Komisaris Utama Grab Indonesia Badrodin Haiti. ©2016 merdeka.com/juven

Merdeka.com - Mantan Kepala Kepolisian RI, Jenderal (Purn) Polisi Badrodin Haiti, batal menjadi Komisaris Utama Grab Indonesia. Pembatalan dilakukan karena Badrodin lebih dulu menerima tawaran sebagai Komisaris Utama Waskita Karya.

"Ketentuan dari korporasi BUMN, bahwa kalau kita jadi Presiden komisaris tidak boleh merangkap Presiden komisaris (di perusahaan) swasta," jelas Badrodin di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/2).

Menurut Badrodin, pihak Grab Indonesia tak mempersoalkan pembatalan tersebut. Sebab, keduanya sudah berdiskusi dan mencari solusi terbaik. Pembatalan sudah disampaikan Badrodin sebelum dirinya diangkat jadi Komisaris Utama Waskita Karya.

"Karena itu, atas kesepakatan Grab, saya membatalkan itu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Grab Indonesia mengumumkan bergabungnya Badrodin Haiti sebagai Komisaris Utama di Grab Indonesia. Di jabatan komisaris, Badrodin akan memantau dan menjaga tata kelola serta kelangsungan jangka panjang perusahaan melalui peran pengawasan terhadap kinerja dewan direksi.

"Pak Badrodin memiliki karir yang cemerlang di Kepolisian Republik Indonesia, tempat di mana beliau telah mengabdi selama 35 tahun, dan terakhir saat menjabat sebagai Kapolri telah berkontribusi secara signifikan dalam hal antiterorisme, keamanan, intelijen, dan manajemen lalu lintas selama masa kepemimpinannya," jelas Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata di Jakarta.

Ridzki menambahkan, Badrodin memiliki pengalaman yang luas dalam bekerja dengan para pemangku kepentingan pemerintahan dan menyelaraskan kepentingan-kepentingan yang beragam.

"Seiring dengan evolusi yang terjadi di sektor teknologi dan platform pemesanan kendaraan di Indonesia, Pak Badrodin akan memandu dan memastikan Grab Indonesia berkontribusi secara konstruktif terhadap pelaksanaan dari sejumlah kebijakan transportasi dan aturan keselamatan yang baru," katanya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini