Aturan Wajib Vaksin Booster di Ruang Publik, IDI: Covid-19 Belum Selesai

Senin, 4 Juli 2022 15:23 Reporter : Alma Fikhasari
Aturan Wajib Vaksin Booster di Ruang Publik, IDI: Covid-19 Belum Selesai Penyuntikan vaksin booster Covid-19 untuk lansia di Tangerang Selatan. ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi mengatakan kebijakan wajib vaksin ketiga atau vaksin booster untuk kegiatan masyarakat yang melibatkan masyarakat banyak dan perjalanan menggunakan transportasi umum sebagai salah satu upaya melindungi dari Covid-19.

Diketahui, dalam sepekan terakhir kasus harian Covid-19 kembali meningkat, hal itu seiring dengan pelonggaran kebijakan PPKM di masyarakat.

"Sehingga vaksin booster ini akan menjadi satu dasar upaya untuk melindungi kita," kata Adib, saat diwawancarai, Jakarta, Senin (4/7).

Ia menilai vaksin booster ini penting untuk digencarkan kembali mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir. Serta untuk membentuk antibody yang lebih baik ketimbang vaksin dosis pertama dan kedua.

"Kita tahu bahwa pembentukan antibodi dan kemudian munculnya antibodi akhirnya perlu booster, sehingga kemudian ini dasar bahwa bukan tidak mungkin (wajib booster), karena kita belum tahu kasus ini selesai atau masih berlangsung terus sehingga vaksin ini akan menjadi satu dasar upaya untuk melindungi kita," jelasnya.

Presiden Joko Widodo meminta agar capaian vaksin dosis ketiga atau vaksin booster ditingkatkan. Tak hanya itu, mewajibkan booster untuk kegiatan masyarakat. Khususnya, perjalanan menggunakan transportasi umum.

"Tentunya dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan. Jadi tadi arahan Bapak Presiden, untuk di airport disiapkan untuk vaksinasi dosis ketiga," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (4/7).

Ia juga mengatakan, Presiden Jokowi mengingatkan agar Aplikasi PeduliLindungi terus dioptimalkan untuk monitoring kegiatan masyarakat.

"Kemudian yang berikut tadi Bapak Presiden mengingatkan bahwa aplikasi PeduliLindungi untuk di berbagai tempat untuk terus diperketat," ucapnya.

"Jadi tidak boleh kendor. Karena beberapa tempat termonitor agak kendor. Jadi ini yang harus ditingkatkan lagi karena tadi diingatkan bahwa beberapa negara masih tinggi, jadi pandemi belum usai," sambung Airlangga. [rhm]

Baca juga:
Airlangga: Banyak Pengunjung Masuk Mal Tanpa Scan Aplikasi PeduliLindungi
Masyarakat Bisa Rayakan Idul Adha, Ini Syaratnya
Pemerintah: Pandemi Belum Usai, Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan
Menkes Sebut 100 Persen Kasus Covid-19 di Jakarta Omicron BA.4 dan BA.5
Airlangga Ingatkan Kegiatan Keramaian Wajib Vaksin Booster

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini