Aturan PSBB Batasi Penumpang di Mobil, Polisi akan Periksa Setiap Kendaraan Melintas

Jumat, 10 April 2020 10:51 Reporter : Nur Habibie
Aturan PSBB Batasi Penumpang di Mobil, Polisi akan Periksa Setiap Kendaraan Melintas Hari Pertama PSBB Sejumlah di Persimpangan Jakarta. ©2020 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah mulai diterapkan di DKI Jakarta. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang kian hari bertambah setiap harinya.

Salah satu poin yang diatur dalam Pergub PSBB adalah membatasi jumlah penumpang baik di mobil pribadi atau angkutan umum. Setiap kendaraan hanya diperbolehkan membawa penumpang 50 persen atau setengah dari kapasitasnya.

Memastikan aturan tersebut dijalankan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan skema seperti penerapan 3 in 1. Yakni, setiap kendaraan diminta untuk memperlambat lajunya untuk dilihat kapasitas penumpangnya.

"Skemanya kayak pemeriksaan 3 in 1 suruh berhenti, perlambat, buka kaca. Sudah kita laksanakan cek pointnya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Jakarta, Jumat (10/4).

Lalu untuk pengendara roda dua sendiri, akan disetop apabila tidak menggunakan penutup hidung dan mulut atau masker.

"Kalau ada motor yang enggak pakai masker, suruh pakai masker," ujarnya.

Sedangkan terkait Pasal 18 nomor (6) tentang angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Sebagai tindak lanjut, para pengendara tetap mematuhi aturan yang sudah ada.

"Motor pribadi yang bukan ojol kan boleh (berboncengan)," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Sanksi Karantina Kesehatan

Sambodo menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi terhadap masyarakat yang tidak mematuhi aturan tersebut. Salah satunya sanksi Karantina Kesehatan.

"Kalau pergub itu nanti berdasarkan UU. UU itu kan banyak, bisa karantina kesehatan, bisa KUHP. Tapi kita kasih imbauan dulu," tegasnya.

Seperti diketahui, Wilayah DKI Jakarta akan mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat (10/4). Gubernur DKI Jakarta sudah mengeluarkan peraturan Gubernur yang mengatur teknis pelaksanaan PSBB. Salah satunya pengaturan moda transportasi.

Salah satu yang kemarin masih menjadi perdebatan adalah operasional ojek. Baik ojek pangkalan maupun ojek berbasis aplikasi atau ojek online. Anies menegaskan, Peraturan Gubernur mengenai PSBB menyebutkan bahwa ojek hanya untuk angkutan barang dan jasa. Dengan kata lain, ojek dilarang mengangkut penumpang.

"Kita mengatur ojek sesuai dengan pedoman pada permenkes 9/2020 yaitu layanan ekspedisi barang. Batasannya hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk mengangkut penumpang. Ojek boleh antar barang tapi tidak boleh antar orang," tegas Anies di Balaikota, Kamis (9/4).

Mengenai operasional ojek sempat ada kajian memperbolehkan mengangkut penumpang. Namun setelah ada pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan, maka ditetapkan mengacu pada Permenkes. Yaitu, ojek hanya sebatas sebagai jasa pengantaran.

"Kemarin sempat disampaikan bahwa ojol kita akan fasilitasi bisa mengantar orang dan barang. Tapi kemarin dalam pembicaraan dengan Kemenhub, karena belum ada perubahan di Permenkes maka Pergub harus sejalan dengan rujukan permenkes," tegasnya.

Anies menambahkan, penggunaan kendaraan roda dua tetap diizinkan untuk kegiatan yang memang diperbolehkan tetap beraktivitas. "Sekali lagi hanya dibolehkan angkutan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau memang bekerja di sektor yang diizinkan," ujarnya. [lia]

Baca juga:
Halte dan Bus Transjakarta Sepi Penumpang di Hari Pertama PSBB
Hari Pertama PSBB, Pergerakan Orang dari Bekasi ke Jakarta Menurun Drastis
Jakarta Terapkan PSBB, Warga Masih Boleh Olahraga di Sekitar Rumah
Selama PSBB, PT KAI Hanya Layani 7 KA Jarak Jauh
PSBB Jakarta: Hotel Wajib Sediakan Layanan Bagi Tamu untuk Isolasi Mandiri
Sepinya Lalu Lintas Jakarta di Hari Pertama Penerapan PSBB

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini