Aturan Ibadah Ramadan di Tangerang: Kapasitas Masjid 50%, SOTR Dilarang

Kamis, 8 April 2021 13:29 Reporter : Kirom
Aturan Ibadah Ramadan di Tangerang: Kapasitas Masjid 50%, SOTR Dilarang Ilustrasi Salat Berjamaah. Pinterest ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Tangerang telah menerbitkan surat edaran Wali kota Nomor: 180/1208-Hukum/2021 terkait panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di masa pandemi Covid-19. Hal ini menyusul diterbitkannya surat edaran Kementerian Agama RI tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan dalam surat edaran tersebut, bahwa pelaksanaan salat tarawih dan salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap masjid atau musala. Pengurus masjid atau musala dapat mengatur kapasitas jemaah 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," jelas Arief saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (8/4).

Selain itu, Wali Kota menegaskan pengurus masjid atau musala wajib membentuk satgas Covid-19 yang bertanggungjawab dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

"Satgas dapat menginformasikan kepada jemaah bahwa tempat ibadah selalu dilakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan di pintu masuk masjid. Jemaah agar dapat membawa sajadah dan mukena masing-masing serta harus memakai masker dan menjaga jarak," terang Arief

Arief menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama dapat dilaksanakan sepanjang mematuhi jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta harus mendapatkan izin dari satgas Covid-19.

"Untuk sahur on the road, takbir keliling dan kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan," jelas dia.

Kemudian, pelaksanaan Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pengurus dapat membentuk satgas Covid-19.

"Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan prokes yang ketat, tapi jika perkembangan Covid-19 mendapat peningkatan maka Shalat Idul Fitri dapat ditiadakan," jelas dia.

Ketentuan lainnya, peringatan Nuzulul Qur'an wajib memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, jumlah jemaah paling bangak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan terbuka.

Sementara aktivitas perniagaan oleh pedagang kaki lima (PKL) diperbolehkan berdagang sepanjang mematuhi protokol kesehatan secara lebih ketat.

"Vaksinasi boleh dilakukan selama bulan Ramadan dengan berpedoman pada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum Covid-19 pada saat berpuasa," jelas Wali Kota Tangerang. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini