Asrama Brimob Diserang, Polisi Tutup Akses Menuju Tanah Abang

Rabu, 22 Mei 2019 06:38 Reporter : Eko Prasetya
Asrama Brimob Diserang, Polisi Tutup Akses Menuju Tanah Abang Demo di Bawaslu. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Buntut pembubaran massa demo di depan Bawaslu pada dini hari berbuntut panjang. Warga KS Tubun dan Petamburan, Tanah Abang menyerang asrama Brimob dan membakar sejumlah kendaraan. Bahkan hingga pagi ini, situasi Tanah Abang masih mencekam.

Pantauan merdeka.com, Rabu (22/5) akses jalan menuju Tanah Abang dari Jalan S Parman sudah ditutup. Begitu juga dari perempatan Slipi menuju arah KS Tubun ditutup. Polisi berjaga di sejumlah titik menuju Tanah Abang.

Kepulan asap hitam tipis-tipis masih terlihat dari kejauhan. Warga memblokade jalan dan polisi berjaga di luar barikade.

Seperti diketahui, setelah dipukul mundur dari depan Bawaslu, massa terpecah ke Jalan Wahid Hasyim (arah Tanah Abang dan Gondangdia). Di Tanah Abang kericuhan sempat pecah. Anggota TNI juga diterjunkan.

Seperti diketahui, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono turun langsung memberikan komando pembubaran massa.

Setelah sempat membubarkan diri sejak 20.30 WIB, massa ada yang kembali berkonsentrasi di depan Gedung Bawaslu pada pukul 21.30 WIB dan melakukan orasi. Bukan hanya orasi, para peserta aksi demonstrasi juga merusak pagar barikade.

Sekitar pukul 22.15 WIB massa dimediasi oleh Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian, namun massa terus bersikap provokatif bahkan menantang petugas.

Sekitar pukul 22.35 WIB, polisi menindak tegas aksi itu dengan menghalau massa ke arah Jalan Wahid Hasyim. Beberapa orang terlihat diamankan dan digelandang oleh anggota kepolisian dari Sabhara dan Brimob ke Gedung Bawaslu untuk selanjutnya dibawa ke Mapolda Metro Jaya. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini