Asmara dan Pengkhianatan jadi Motif Pembunuhan di Rumah Kosong Tegal

Kamis, 15 Agustus 2019 17:01 Reporter : Abdul Aziz
Asmara dan Pengkhianatan jadi Motif Pembunuhan di Rumah Kosong Tegal ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Kisah asmara dan pengkhianatan jadi motif di balik pembunuhan N (16), warga Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Dua dari lima pelaku, diketahui pernah menjalin hubungan asmara dengan korban dan merasa pernah sama-sama tersakiti. Sedang tiga pelaku lain, ikut menghabisi nyawa korban didorong rasa setia kawan.

Para pelaku dan korban sudah menjalin pertemanan sejak lama. Para pelaku yakni AM (20) dan SA (24) warga Desa Cikura, MP (18) dan NL (18) warga Desa Cerih, serta AI (15) warga Desa Kajenengan.

Kasasreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengatakan, akumulasi sakit hati dan asmara jadi pemantik kasus pembunuhan tersebut. Dua orang pelaku diketahui pernah menjalin asmara dengan korban dan sama-sama merasa sakit hati dikhianati. Rasa sakit hati meletup jadi kemarahan saat korban sempat mengatakan ucapan kasar pada pelaku AM.

"Pelaku AM yang jadi pelaku utama. Rasa sakit hati yang terpendam jadi awal emosi," kata Bambang kepada merdeka.com, Kamis (15/8).

AM didorong oleh kemarahan, lalu mengajak pelaku lainnya menghabisi nyawa pelaku. Salah satu pelaku merasa senasib sepenanggungan karena juga pernah merasa disakiti koban saat pacaran. Sedang tiga pelaku lain didorong rasa kesetiakawanan pada AM.

"AM yang eksekusi cekik korban. MS memegang tangan dan pundak korban. SA dan dua pelaku lain memegang kaki korban," kata Bambang.

Kasus pembunuhan ini bermula saat korban berwisata bersama lima pelaku pada Jumat (26/4). Mereka lalu berpesta minuman keras (miras).

Keenamnya selanjutnya pindah ke sebuah rumah kosong. Di tempat tersebut, AM melakukan hubungan seksual dengan korban yang ditonton empat pelaku.

Usai berhubungan seksual sempat terjadi cekcok antara AM dan korban. Korban sempat berkata kasar pada AM. Dipengaruhi miras dan rasa sakit hati di masa lalu, AM gelap mata lantas mengajak pelaku lain menghabisi nyawa korban.

Akibat perbuatannya, lima pelaku dijerat pasal berlapis. Masing-masing yakni pasal 80 ayat 3 Undang-undang tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dikenakan pula pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Tegal
  3. Pembunuhan Sadis
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini