Ashanty kena meningitis, polisi sidak sertifikat vaksin umroh

Kamis, 11 April 2013 10:50 Reporter : Mitra Ramadhan
Ashanty kena meningitis, polisi sidak sertifikat vaksin umroh Jamaah haji Indonesia. Haji non kuota tidak sah

Merdeka.com - Petugas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta bersama petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional itu melakukan inspeksi mendadak untuk meninjau pelaksanaan International Certificate of Vaccination (ICV) Meningitis Meningokokus di Terminal 2D, Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (11/04).

Hal itu dilakukan guna menekan pemalsuan akte ICV Meningitis Meningokokus yang diduga telah merebak. Sebab, jika dibiarkan penularan penyakit di Indonesia bisa mewabah.

"Ini juga pernah di alami artis Ashanty, dia tak disuntik tetapi punya akte ICV saat umroh kemarin, ya akhirnya di sempat tertuluar," ujar Imam Triyantoro, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan I Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Imam, masyarakat seharusnya justru bersyukur dengan adanya pengawasan ICV Meningitis. Sebab vaksin itu bertujuan untuk mencegah penyakit menular di Makkah ketika mengerjakan ibadah Umrah.

Berdasarkan data yang dimiliki Kantor Kesehatan Pelabuhan akhir-akhir ini persentase jamaah umroh yang telah di vaksinasi semakin meningkat. Dengan peningkatan tersebut, dibutuhkan pengawasan ketat ICV meningitis.

"Vaksinasi ini untuk benar-benar menjamin, hal ini bertujuan agar bisa melindungi para jamaah umroh dan agar tak membawa penyakit ke Indonesia," ujarnya.

Dalam sidak tersebut, polisi dan petugas pelabuhan belum menemukan satu pun jamaah umroh yang memiliki ICV palsu. Padahal jika sampai tak valid akta ICV-nya, menurut Imam, jamaah tak perlu khawatir tak berangkat.

"Apakah disuntik? Kita memang tak menyediakan di bandara, adanya di kantor kita. Tetapi kami akan berikan obat yang fungsinya mirip," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Polres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Tantan Sulistyana mengatakan, beberapa waktu lalu polisi berhasil membongkar pemalsuan akta ICV.

"Lima orang kita amankan dari para perekrut jamaah ilegal. Kelimanya berinisial AS, YY, AHM, DK dan DPK. Kami tangkap mereka di sekitar bandara ini. Sanksi pidana kita kenakan karena mereka memalsukan akte yang seolah isinya cocok ," ujarnya. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bandara Soetta
  3. Meningitis
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini