Aset PON Jabar mulai didata untuk dikembalikan ke Pemerintah Daerah

Kamis, 2 Maret 2017 22:09 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Aset PON Jabar mulai didata untuk dikembalikan ke Pemerintah Daerah Maskot PON Jabar. ©2014 Merdeka.com/Andrian Salam W

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mulai menata dan mendata sejumlah aset yang dipakai untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas 2016 lalu. Nantinya aset tersebut akan dikembalikan pada pemerintah kabupaten/kota Jawa Barat.

Penertiban aset itu dilakukan ‎dalam rapat yang melibatkan sejumlah OPD di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (2/3). Rapat itu utamanya membahas belanja modal yang digelontorkan Pemprov Jabar ke sejumlah OPD sejak 2014-2016.

"Ada peralatan yang melekat, venue pertandingan, peralatan pertandingan, alat komunikasi sampai perlengkapan promosi," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa. "Aset itu didata agar saat pemeriksaan dilakukan badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya.

Iwa menyatakan, setelah adanya penertiban aset belanja modal yang digelontorkan kemudian akan dialihkelolakan pada Pemprov Jabar. Dia juga memaparkan ada 6 OPD utama yang terkait belanja modal tersebut yaitu Dinas Olahraga dan Pemuda soal alat pertandingan, Dinas Perumahan dan Pemukiman terkait venue, lalu Dinas Perhubungan soal peralatan dan alat transportasi.

"Disparbud peralatan upacara pembukaan dan penutupan, Disperindag terkait kelengkapan promosi dan Kominfo yang membawahi alat komunikasi dan computer," ujarnya.

Kemudian Iwa meminta agar OPD terkait bisa segera melakukan inventarisasi dan pencatatan. Harapannya akhir Maret ini inventarisir aset bisa selesai.

Rencananya, jika venue sudah diserahterimakan pada provinsi maka penggunanaan ke depan akan dilakukan kerjasama dengan cabang olahraga meski tanah dan bangunan tetap tercatat sebagai aset pemprov.

Sedangkan yang sifatnya bantuan keuangan seperti GOR tinju di Sukabumi, maka itu akan menjadi aset Sukabumi, selanjutnya oleh Pemda dikerjasamakan dengan pengurus besar cabor yang bersangkutan.

Hal yang sama kata dia juga berlaku di sejumlah venue yang ada di kabupaten/kota seperti Ciamis, Kota Bandung, Kabupaten Bandunghingga Cirebon. Hal yang sama berlaku untuk venue yang merupakan bantuan hibah Pemprov seperti Lanud Sulaeman, UPI atau Kavaleri.

"Yang hibah itu venuenya tetap milik instansi tersebut," imbuhnya.

Pemprov sendiri memastikan akan mengelola sejumlah venue yang menjadi miliknya seperti GOR Saparua, SOR Arcamanik.

"Jika status kepemilikan sudah jelas maka pemeliharaan dan pengembangan jadi tanggung jawab masing-masing. Venue itu harus tetap hidup dan pengembangan olahraga harus terus berjalan," katanya. [ibs]

Topik berita Terkait:
  1. Humas Jabar
  2. Pon Jabar 2016
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini