Asap di Riau semakin parah, masyarakat salat sampai pakai masker

Senin, 7 September 2015 14:10 Reporter : Siti Nur Azzura
Asap di Riau semakin parah, masyarakat salat sampai pakai masker warga salat pakai masker. ©2015 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Asap yang menyelimuti Riau semakin parah. Bahkan sudah sangat mengganggu aktivitas warga. sampai salat pun harus menggunakan masker karena udara sudah tak sehat lagi.

Untuk menghilangkan asap, masyarakat berdoa agar segera turun hujan. Diharapkan dengan turunnya hujan, asap bisa hilang.

Pada Jumat (4/9) lalu, masyarakat Riau melaksanakan salat Istisqa di lapangan Masjid Al-falah Darul Muttaqin, Pekanbaru, Riau, sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia provinsi Riau. Salat minta hujan ini bertujuan agar kebakaran hutan dan lahan bisa cepat padam.

Ketua Komisi Ukhuwah Islamiah MUI Riau, Muhammadun mengatakan saat pelaksanaan salat Istisqa, jarak pandang hanya mencapai 500 meter. Bahkan, tebalnya asap kebakaran mengakibatkan para jamaah menggunakan masker saat salat.

"Pagi hari jam 07.00 WIB, masyarakat salat Istisqa. Saat itu sebagian jamaah pakai masker karena asap cukup tebal. Bahkan saat salat Jumat pun jamaah masih pakai masker," kata Muhammadun ketika dihubungi merdeka.com, Senin (7/9).

Dia menambahkan, masyarakat juga melakukan salat Istisqa di Lapangan Universitas Riau, Sabtu (5/9). Namun, hujan yang turun hanya di sekitar kampus tersebut.

"Sabtu kemarin masyarakat juga melaksanakan salat Istisqa, tapi hujannya hanya di sekitar Universitas Riau saja. Itu kan tetap engga membantu karena titik apinya ada di daerah kelapa sawit itu," imbuhnya.

Oleh karena itu, Muhammadun menyarankan agar seluruh lapisan masyarakat di Riau melaksanakan salat Istisqa. Bukan hanya itu, dia juga mengimbau agar masyarakat bisa berbondong-bondong memadamkan api di hutan dan lahan yang terbakar.

Sebab, hingga hari ini kabut asap di Riau makin parah. Bahkan, Muhammadun mengatakan jarak pandang diperkirakan hanya 100 sampai 200 meter.

"Bukan hanya salat Istisqa, tapi juga turut memadamkan api, mencegah tindakan orang-orang yang ingin membakar hutan, melaporkan pelaku kebakaran, dan mengoreksi pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan pemerintah," tutur Muhammadun. [has]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini