Arya Noble ajarkan anak pilih makanan sehat

Senin, 12 Maret 2018 06:00 Reporter : Amadea Pranastiti
CSR Arya Noble. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap makanan sehat yang ada di sekitarnya Arya Noble berkolaborasi dengan Taman Baca Inovator dan Komunitas Sahabat Kecil (KOSACIL) mengadakan kegiatan memilih makanan sehat kepada anak-anak Taman Baca Jendela Dunia di Bantar Gebang, Bekasi (10/03). Tujuannya untuk membantu program Pemerintah dalam menjaga pertumbuhan anak Indonesia melalui program edukasi makanan sehat dan higienis yang dikonsumsi setiap hari.

Kegiatan ini merupakan program CSR dar Arya Noble yang fokus terhadap bidang kesehatan khususnya tumbuh kembang dan gizi anak di Indonesia. Kegiatan ini nantinya akan dilakukan di setiap Taman Baca Jendela Dunia yang telah di dirikan oleh Arya Noble. Saat ini Arya Noble telah mendirikan dua Taman Baca Jendela Dunia yang bekerjasama dengan Taman Baca Inovator untuk pengelolaanya.

Program ini dibangun berdasarkan kebutuhan anak-anak yang berada di sana. "Anak-anak ini kan banyak melakukan aktifitas di sekitar tempat pembuangan sampah, kita gak mau anak-anak ini nanti jadi terserang penyakit karena makanan yang tidak terjaga dan terjamin kehigienisannya. Maka dari itu kita edukasi anak-anak ini untuk memilih, mengukur dan mencermati kembali makanan yang mereka makan," ungkap Andreas Bayu Aji, Corporate Affairs Director Arya Noble.

Bayu menjelaskan, berdasarkan data BPOM periode 2009-2013, diperkirakan ada 10.700 kasus KLB keracunan pangan terjadi. selama periode itu, 411.500 orang sakit dan 2.500 orang meninggal akibat keracunan pangan.

CSR Arya Noble 2018 Merdeka.com


"Angka ini diperkirakan bisa bertambah (jika seluruh kasus terdeteksi). Selain itu badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mencatat, di Indonesia, dalam kurun waktu 2011 dan 2015, produk makanan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan meningkat sekitar 35 persen. Di antaranya sejumlah zat berbahaya yang digunakan sebagai zat aditif untuk makanan dan adanya kontaminasi mikrobial," terang Bayu.

Menurut data World Health Organization (WHO), ada dua juta orang meninggal tiap tahun akibat keracunan makanan dan minuman. Di Indonesia, sekitar 200 kasus keracunan makanan terjadi tiap tahunnya. Minimnya pengawasan membuat korban-korban terus berjatuhan. Masih tingginya laporan kasus keracunan makanan di Indonesia di atas menunjukkan bahan makanan berbahaya masih menjadi ancaman bagi konsumen di Indonesia.

Isu-isu tentang makanan ini memang menjadi fokus Arya Noble untuk anak-anak yang ada dalam Taman Baca Jendela Dunia. Mereka berharap anak-anak di Taman Baca menjadi lebih sehat, jangan sampai makan makanan tidak sehat dan menyebabkan penyakit sehingga mengganggu kegiatan belajar.

"Ini juga jadi salah satu komitmen kita dalam mendidik anak-anak untuk selalu cermat dalam memilih makanan yang sehat. Kegiatan yang dilakukan bukan hanya berada di dalam Taman Baca saja, tetapi kita juga ajak anak-anak keluar untuk melihat sendiri jajanan yang dimakan apakah sudah tepat kandungannya dan bagaimana kehigienisan dari makanan tersebut," tutup Bayu. [paw]

Topik berita Terkait:
  1. Makanan Sehat
  2. Bekasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini