ARM : 10 Mahasiswa Yogya ditangkap saat demo ricuh

Selasa, 20 Maret 2012 01:07 Reporter : Parwito
Foto: Parwito/merdeka.com

Merdeka.com - Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menggelar jumpa pers Senin (9/3) malam di Kompleks Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka mengaku ada 10 orang mahasiswa yang diamankan polisi dalam demo menolak kenaikan BBM.

Dalam demo Senin (9/3) siang, mahasiswa sempat memblokir jalan Yogyakarta-Solo dan terlibat bentrok dengan aparat.

Kesepuluh orang ini ditangkap setelah polisi melakukan upaya penyisiran di lingkungan kampus.

Kesepuluh orang yang telah ditangkap dan diamankan oleh polisi di Mapolres Sleman Yogyakarta adalah:

1. Yayan KolapĀ  Aksi dari Repdem
2. Anto dari Repdem
3. Rico dari Repdem
4. Rido dari Repdem
5. Nursiam dari PMII
6. Abdul Muis dari PMII
7. Rofiudin dari PMII
8. Had Adzab dari
9. Saiful Anwar dari PMII
10.Abdul dari PMII

Selain 10 orang yang ditahan akibat kericuhan itu sebanyak 5 orang mahasiswa mengalami luka yaitu :

1. Soejibto/UIN/ mengalami kepala bocor
2. Asep Umar Taufik/UIN/ patah tangan kiri setelah diinjak polisi
3. Abdul Khair/UIN/kepala bocor
4. Heru /Repdem/ robek pelipis kiri
5. Albert/sobek pelipis/masa aksi patah tangan

Saat ini kelima korban luka masih dirawat secara intensif di RS Bethesda Yogyakarta dan sampai saat ini tidak diperkenankan untuk dijenguk oleh pihak rumah sakit tanpa alasan yang jelas.

Ketua Forum BEM DIY Abdul Kholid menuntut kepada pihak kepolisian untuk memberikan ganti rugi serta bertanggungjawab terhadap biaya pengobatan mereka.

"Sampai malam ini kita tidak diperkenankan untuk menjenguk untuk melihat keadaan mereka. Alasanya tidak ada hubungan family dan identitas yang jelas," ucap Abdul Khalid yang juga mahasiswa UIN Sunan Kalijaga itu . [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Demo BBM
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.