Arab Moratorium Umrah, 25 Jemaah Asal Purwokerto Dipulangkan Saat Transit di Malaysia

Jumat, 28 Februari 2020 12:30 Reporter : Arie Sunaryo
Arab Moratorium Umrah, 25 Jemaah Asal Purwokerto Dipulangkan Saat Transit di Malaysia Suasana Mekah Usai Penghentian Sementara Ibadah Umroh. ©2020 REUTERS/Ganoo Essa

Merdeka.com - Sebanyak 25 jemaah umrah asal Purwokerto, Jawa Tengah yang sedang transit di Kuala Lumpur dipulangkan kembali ke tanah air. Mereka gagal melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah. Para jemaah umrah tersebut menggunakan jasa biro perjalanan umrah PT Hajar Aswad, Solo.

Direktur utama PT Hajar Aswad Retno Andhriyani membenarkan adanya kabar tersebut. Dia menjelaskan, 25 jemaah asal Purwokerto tersebut terbang ke Arab Saudi dari Jakarta menggunakan pesawat Malaysia Airlines. Setiba di Malaysia, mereka akan melanjutkan perjalanan dengan pesawat Saudi Airline.

"Mereka transit dulu dan akan pindah ke pesawat Saudi Airline," jelas Retno, Jumat (28/2).

Namun, saat akan pindah ke pesawat Saudi Airline, ada pengumuman yang menyebutkan bahwa para penumpang dari luar negeri dilarang masuk Arab Saudi. Termasuk jemaah umrah. Larangan itu terkait penyebaran virus corona yang sudah sampai ke Timur Tengah.

"Kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, para jemaah dipulangkan kembali ke Jakarta menggunakan Malaysia Airlines," jelasnya.

Awalnya, pihaknya tidak merasa khawatir karena yakin tetap bisa memberangkatkan jemaah ke tanah suci. Apalagi, pagi harinya pemberangkatan jemaah umrah masih berjalan lancar. Namun ternyata ada kebijakan yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Pihaknya meminta para jemaah untuk tetap tenang dan tidak panik. Apalagi, peristiwa tersebut di luar dugaan dan menimpa hampir semua biro umrah di tanah air.

"Pemerintah Arab Saudi sering mengeluarkan kebijakan yang sifatnya mendadak dan tidak ada toleransi. Seperti larangan atau penangguhan bagi jemaah yang masuk ke Arab Saudi, dengan alasan antisipasi virus corona," keluhnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat khususnya para jemaah umrah agar tetap tenang dan bersabar sambil menunggu kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Bagi jemaah yang sudah terdaftar di PT Hajar Aswad dan tercancel maka akan direschedule ke jadwal yang lain. Tentu dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan.

"Pemerintah harus campur tangan mencarikan solusi. Setidaknya jemaah umrah yang sudah menggenggam visa umrah harus bisa diberangkatkan. Sebab, jemaah umrah uang sudah bervisa dan menunggu pemberangkatan cukup banyak jumlahnya," katanya lagi.

"Ada lebih 500 jemaah Hajar Aswad yang sudah memiliki visa dan menunggu pemberangkatan di bulan Maret," imbuhnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini