Api Masih Terus Menjalar di Hutan Gowa, Ini 4 Kendala Pemadaman

Rabu, 23 Oktober 2019 21:03 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Api Masih Terus Menjalar di Hutan Gowa, Ini 4 Kendala Pemadaman Kebakaran hutan merusak kawasan Kersik Luway di Kaltim. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Karhutla yang terjadi di Kabupaten Gowa, Sulsel sejak Minggu pagi, (20/10), masih berlangsung hingga Selasa, (22/10). Baik dari pihak Pemkab Gowa dan pihak terkait seperti tim Manggala Agni KLHK belum menyampaikan secara pasti berapa luasan yang terbakar sejak tiga hari itu.

"Api masih menyala sehingga untuk memprediksi berapa luasan yang terbakar itu sulit. Kita tak punya akses untuk meninjau lokasi secara keseluruhan untuk membuat perkiraan," kata Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Gowa KLHK, Ishak Andi Kunna yang dikonfirmasi, Selasa malam, (22/10).

Yang sementara ini bisa diprediksi, imbuh Ishak, adalah perkiraan luasan yang berhasil dipadamkan yang di dalamnya tim Manggala Agni terlibat.

"Perkiraan luasan yang berhasil dipadamkan antara lain di wilayah Gunung Bawakaraeng yakni di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong kira-kira 5 hingga 6 ha. Lalu di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu kira-kira mencapai 20-an ha yang berhasil dipadamkan," kata Ishak Andi Kunna.

Disebutkan, tim Manggala Agni terlibat dalan upaya pemadaman karhutla di beberapa desa/kelurahan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tompobulu, Kecamatan Tinggimoncong dan Kecamatan Parangloe.

Dalam upaya pemadaman api, tidak ada kendala sekaitan jumlah personil karena semua pihak terkait turut turun tangan termasuk masyarakat setempat. Namun ada empat kendala yang ditemukan di lapangan sehingga api terus menjalar mengikuti kencangnya tiupan angin.

"Empat kendala yang kita temui di lapangan. Pertama, medan yang sulit dijangkau karena lokasinya daerah pegunungan, kedua soal terbatasnya sumber air, ketiga, peralatan yang kurang memadai dan keempat banyaknya pohon tumbang karena kencangnya tiupan angin dan juga karena batang bagian bawahnya sudah terbakar sehingga membahayakan petugas," kata Ishak Andi Kunna.

Api itu, ungkapnya, terus menjalar. Ibaratkan orang berlari, diburu. Karena tiupan angin kencang, api berpindah jadi lebih cepat sehingga petugas pun ketinggalan.

Ditanya soal pemukiman warga, Ishak mengatakan, jika dihitung dari pinggir jalan, jarak api dengan pemukiman warga masih jauh yakni sekitar 2 kilometer.

"Karena masih jauh, panasnya belum terasa di pemukiman warga. Hanya saja, warga jadi panik karena melihat asap hitam menuju pemukiman karena dibawa angin," pungkasnya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran Hutan
  2. Kebakaran
  3. Gowa
  4. Makassar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini