Apa yang buat Australia sadap Ibu Ani?

Selasa, 19 November 2013 07:47 Reporter : Muhammad Sholeh
Apa yang buat Australia sadap Ibu Ani? Ibu Ani Yudhoyono keliling Istana Bogor. ©2013 Merdeka.com/Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Intelijen Australia telah menyadap pembicaraan telepon Presiden SBY. Dalam data yang dipaparkan Edward Snowden tersebut sejumlah pejabat negara disadap oleh negeri kanguru tersebut, termasuk ibu negara Ani Yudhoyono. Lalu apa kepentingan Autralia menyadap ibu Ani?

Pengamat intelejen, Wawan Purwanto mengatakan, tujuan Australia melakukan penyadapan terhadap Ibu Ani lantaran untuk kepentingan politik 2014. Pasalnya, Ibu Ani juga memiliki peran penting di dalam menentukan kebijakan di belakang SBY.

"Kepentingan politik menjelang 2014," ujar Wawan ketika dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (18/11).

Menurut Wawan, banyak yang tahu jika Australia melakukan penyadapan. Termasuk penyadapan komunikasi Ibu Ani.

Lebih lanjut, Wawan menambahkan, penyadapan yang dilakukan Australia sebetulnya sudah terdeteksi dan diketahui badan Intelijen Negara (BIN). Pasalnya, komunikasi yang dilakukan seseorang dengan menggunakan HP, 90 persen menggunakan jaringan satelit.

"Sadap menyadap itu biasa dan seluruh dunia tak lepas dari potret satelit. Maka 90 persen rahasia itu terbuka, sedangkan yang 10 persen tertutup. Walaupun BIN tahu yang 10 persen tertutup ini, gak bakal dibuka ke publik," jelas Wawan.

Jadi, lanjut Wawan, penyadapan kepada Ibu Ani juga telah diketahui jauh-jauh hari oleh BIN. Tetapi BIN tentunya tidak bakal membuka ke ruang publik dan BIN melakukan langkah-langkah tertentu sebagai antisipasi.

"Semua tahu, pimpinan BIN tahu, SBY juga tahu, biarkan saja. Ada tanda-tandanya kok HP itu disadap atau tidak. Namanya ibu negara, pasti ada pembicaraan penting terlepas dari apapun. Jadi yang disadap Bu Ani akan komunikasi dengan SBY dan lainnya," tandasnya.

Diketahui, berdasarkan dokumen Edward Snowden yang dikutip dari ABC dan Guardian pada Senin (18/11), menunjukkan intelijen Australia telah menyadap pembicaraan telepon Presiden SBY. Selain itu, intel Australia juga melacak aktivitas telepon genggam SBY selama 15 hari di bulan Agustus 2009. Data itu berasal dari Agen Intelijen Elektronik Australia (Defence Signal Directorate sekarang berubah menjadi Australia Signals Directorate).

Tidak hanya itu, berdasarkan laporan tersebut, penyadapan juga ditujukan bagi pejabat dan orang dekat SBY, seperti Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.

Selain itu Australia juga menyadap Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menko Ekuin Sri Mulyani, Menko Polhukam Widodo AS, dan Menteri BUMN Sofyan Djalil. [hhw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini