Apa Kabar Vaksin Merah Putih? Ini Penjelasan Konsorsium Pengembang

Rabu, 16 Juni 2021 19:09 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Apa Kabar Vaksin Merah Putih? Ini Penjelasan Konsorsium Pengembang Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2021 REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Merdeka.com - Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ismunandar memaparkan perkembangan vaksin merah putih. Pengembangan vaksin sendiri dilakukan oleh 7 lembaga yang tergabung dalam konsorsium tersebut.

Lembaga Eijkman, mengembangkan vaksin berdasarkan platform protein rekombinan. Yang berbasis pada mamalia dan sel ragi. Mitra industri yang sudah terkonfirmasi akan memproduksi PT Biofarma.

Diperkirakan uji pre klinis akan dimulai November 2021. Untuk uji klinik akan dilakukan Januari 2022 hingga Agustus 2022. Sedangkan Emergency Used Authorization (EUA) diharapkan keluar pada September 2022.

"Yang berbasis mamalia menunggu kesiapan PT Biofarma atau mitra industri lain. Karena yang saat ini sudah siap di PT Biofarma adalah untuk yang berbasis sel ragi," kata dia, dalam RDP dengan Komisi VII, Rabu (16/6).

Vaksin dikembangkan Universitas Airlangga, lanjut dia, berbasis inactivated virus. Mitra industri yang akan memproduksi PT Biotis. Progres saat ini sedang melalui tahap uji pre klinis di fasilitas PT Biotis.

"Diperkirakan clinical load-nya dilakukan Agustus 2021. Dilanjutkan uji klinis tahap I sampai III. Kalau semua lancar, maka EUA diharapkan akan didapatkan pada Maret 2022. Ini sedikit lebih cepat dari yang dikembangkan LBM Eijkman," lanjut dia.

Vaksin yang dikembangkan LIPI, mirip dengan yang dikembangkan Eijkman berbasis protein rekombinan dengan sedikit modifikasi. Mitra industri yang akan memproduksi vaksin masih dalam tahap penjajakan. Dalam rencana mitra yang akan digaet yakni PT Biofarma.

Diperkirakan bibit vaksin akan siap pada Agustus 2021. Pre clinical trialnya dilakukan Januari 2022 dan selanjutnya uji klinis diharapkan terjadi April hingga Desember 2022. "Dan akan mendapatkan EUA pada Januari 2023. Kalau semua lancar dan menunjukkan hasil positif dalam uji pre klinik maupun uji klinisnya," terang dia.

Universitas Indonesia juga mengembangkan vaksin. Ada tiga platform yang dipakai, yakni DNA, RNA, dan juga mencoba platform virus like particels. Mitra industri masih dalam tahap penjajakan. Saat ini sedang dilakukan penyelesaian perjanjian kerjasama dengan PT Etana.

"Jadwalnya seed (bibit) vaksin untuk platform DNA diharapkan Oktober 2021. Sedangkan yang RNA diharapkan Januari atau Februari 2022, yang virus light, Juni 2022. Untuk pre klinis hingga uji klinis yang sudah kira-kira ada jadwalnya untuk yang platform DNA. Diperkirakan akan dapat uji klinis Januari sampai Juni 2022. Dapat EUA pada Juli 2022. Yang lain belum didetailkan lebih lanjut," imbuh dia.

Selanjutnya pengembangan vaksin oleh kelompok peneliti di ITB. Ada dua platform yang digunakan, yaitu adenovirus dan protein rekombinan. Perkembangannya, untuk yang menggunakan platform adenovirus telah berhasil diproduksi dan saat ini dalam tahap perbanyakan untuk uji imunogenisitas di hewan Mencit.

"Untuk yang menggunakan platform RBD yang diproduksi di E-coli telah terekspresi dan telah dimurnikan dan siap untuk uji imunogenisitas. Diperkirakan di Agustus atau November 2021 sudah dapat dilakukan uji tersebut (untuk yang basis adenovirus). Sedangkan untuk protein rekombinan diharapkan Juni sampai September bisa dilakukan uji imunogenisitas tad," terang dia.

Selanjutnya ada Universitas Gadjah Mada. Platform yang digunakan, protein rekombinan. Hingga saat ini, lanjut Ismunandar, belum ada konfirmasi terkait mitra industri yang akan memproduksi hasilnya. "Diperkirakan akhir tahun 2021 sudah dapat dilakukan uji imunogenisitas," imbuh dia.

Terakhir, vaksin yang sedang dikembangkan di Universitas Padjadjaran. Ada dua platform yang digunakan, yaitu protein rekombinan dan peptida. Mitra industri yang sudah bersedia untuk memproduksi vaksin, yakni PT Biofarma.

"Diperkirakan bibit vaksin dapat diperoleh pada September 2021, uji pre klinik diharapkan selesai di Oktober 2021. Uji klinis tahap I sampai III diperkirakan selesai pada September 2022. Kalau semua lancar, akan mendapatkan EUA pada September 2022," urainya.

"Pengembangan vaksin merah putih masih berproses di 7 institusi tadi. Apabila belum siap dalam waktu dekat maka vaksin ini akan menjadi alternatif untuk ketersediaan vaksin di masa depan," tandas dia. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini