Apa Itu Gempa Intraslab?

Kamis, 8 Desember 2022 09:56 Reporter : Supriatin
Apa Itu Gempa Intraslab? gempa sukabumi. ©2012 Merdeka.com/djokopoerwanto

Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa bumi magnitudo 5,8 yang mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, bukan megathrust. Melainkan gempa intraslab atau Benioff.

Gempa Sukabumi akibat adanya deformasi atau patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut sebagai gempa intraslab atau gempa Benioff,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Kamis (8/12).

Simulator tsunami InaTEWS, Gian Ginanjar menjelaskan apa itu gempa intraslab. Dia menyebut, gempa intraslab merupakan gempa yang dirasakan secara merata. Biasanya, sumber gempa intraslab berada di bagian dalam dari zona subduksi.

Gempa intraslab umumnya disebabkan karena lempeng samudra yang menunjam mengalami pecah, retak atau patah. Salah satunya, disebabkan karena proses dehidrasi batuan di dalam bumi.

Menurut Ginanjar, gempa intraslab berbeda dengan megathrust. Gempa intraslab memiliki karakteristik getaran yang merata dan lokasi sumber yang relatif dalam, tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Selain itu, intraslab cenderung tidak diikuti dengan gempa susulan.

Kondisi ini disebabkan karena lempeng samudra bersifat lebih liat sehingga mudah kembali pada posisi awal. Berbeda dengan megathrust yang melibatkan sesar-sesar kecil yang dangkal sehingga lebih sering diikuti gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil.

2 dari 3 halaman

Intraslab Lebih Merusak

Ginanjar mengatakan, gempa intraslab lebih berpotensi merusak karena lokasi episenternya lebih mendekati daratan dan pusat populasi. Dia mengambil contoh gempa Banten dengan magnitudo 6,9.

Gempa tersebut melepaskan 337 kiloton TNT energi sebagai gelombang seismik, setara dengan 16,9 kali lipat bom nuklir Nagasaki. Gempa tersebut disebabkan oleh patahnya bagian kerak bumi seluas 40 x 17,5 kilometer persegi.

Pada area seluas itu terjadi pergeseran mendatar sebesar rata-rata 130 cm dengan pergeseran maksimum 170 cm. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Washington pada 2016, mekanisme gempa intraslab memiliki periode kejadian yang lebih singkat.

Artinya lebih sering terjadi dibandingkan dengan megathrust dan memiliki energi seismik yang lebih besar. Demikian dikutip dari situs geologi.co.id.

3 dari 3 halaman

Gempa 5,8 Sukabumi

Gempa bumi dengan magnitudo 5,8 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (8/12) pukul 07.50 WIB. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi kali ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Sementara episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,09° LS ; 106,95° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Jawa Barat pada kedalaman 122 km. BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami. Hingga pukul 08.15 WIB, terjadi satu kali gempa susulan di Sukabumi dengan magnitudo 3,0.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Rancaekek dengan skala intensitas IV MMI. Skala tersebut menunjukkan getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Kemudian di daerah Cianjur, Lembang, Bogor, Bandung, Pangandaran, Padalarang, Pamoyanan, dan Sumedang dengan skala intensitas III MMI. Artinya, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan truk berlalu.

Getaran juga terasa di daerah Cisolok, Sumur, Sukabumi, Jakarta, Garut, Bekasi, dan Tangerang Selatan dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. [tin]

Baca juga:
BMKG Sebut Gempa M 5,8 Sukabumi Jenis Intraslab
Gempa M 5,8 Sukabumi Dipicu Patahan Batuan Dalam Lempeng Indo-Australia
Gempa M 5,8 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa Sampai Jakarta dan Tangerang
Momen Haru Prabowo Dipeluk Korban Gempa Cianjur saat Kunjungi Posko Pengungsi
CEK FAKTA: Tidak Benar Video Bangunan Runtuh Kondisi Pascagempa Garut
Gempa Jember, BPBD Belum Terima Informasi Kerusakan
Guncangan Gempa Jember sampai Trenggalek dan Pacitan, Belum Ada Laporan Kerusakan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini