Antusiasme Warga Sumsel Vaksinasi Cavid-19 Terkendala Pasokan Vaksin

Kamis, 22 April 2021 09:08 Reporter : Irwanto
Antusiasme Warga Sumsel Vaksinasi Cavid-19 Terkendala Pasokan Vaksin Antusias warga lansia ikut vaksinasi Covid-19 di mal. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Vaksinasi Covid-19 di Sumatera Selatan terbilang masih rendah sejak digulirkan empat bulan lalu. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pasokan vaksin dari pemerintah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel Fery Yanuar mengungkapkan, ketersediaan vaksin berbanding terbalik dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Pasalnya banyak permintaan dari berbagai pihak untuk dilakukan vaksin namun tak bisa dipenuhi.

"Karena pasokan vaksin terbatas, kami harus memilih yang lebih diprioritaskan. Artinya kami belum bisa menerima pengajuan masyarakat untuk disuntik vaksin, padahal banyak sekali permohonan yang masuk," ungkap Fery, Rabu (21/4).

Dia mengatakan, vaksinasi untuk saat ini dilakukan bagi kaum lanjut usia dan tenaga pendidik. Sebelumnya sasarannya asalah tenaga kesehatan dan pelayan publik.

"Kami berpedoman pada instruksi Kementerian Kesehatan yang menjadi sasaran vaksin," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari 1,2 juta sasaran vaksinasi pada prioritas pertama, realisasinya baru 36 persen. Dengan rincian 83,48 persen tenaga kesehatan, pelayan publik 19,72 persen, dan lansia 2,62 persen.

Rendahnya cakupan vaksin bagi lansia disebabkan banyak faktor, utamanya terkendala kesehatan. Sementara bagi pelayan publik disebabkan pasokan vaksin yang minim.

"Petugas pelayan publik juga belum maksimal, kami juga belum menerima pegawai BUMN atau BUMD karena keterbatasan vaksin," kata dia.

Hingga saat ini, jumlah vaksin yang diterima provinsi itu sebanyak 181 ribu dosis bagi 340 ribu orang. Dalam waktu dekat pemerintah pusat akan kembali mengirim 14 ribu dosis vaksin.

"Dari yang sudah tersalurkan atau yang bakal diterima terbilang masih rendah, tidak sesuai dengan kebutuhan. Tapi kami akan upayakan agar serapan vaksin bisa dipercepat," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini