Antisipasi Long Covid-19 pada Lansia, Kemenkes akan Rehabilitasi Fungsi Organ

Kamis, 3 Juni 2021 13:55 Reporter : Supriatin
Antisipasi Long Covid-19 pada Lansia, Kemenkes akan Rehabilitasi Fungsi Organ Pemkab Banyuwangi vaksinasi lansia. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mengatakan pihaknya akan melakukan rehabilitasi fungsi organ tubuh pada lansia di atas 60 tahun yang terjangkit Covid-19. Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya long Covid-19 pada lansia.

"Upaya kita untuk melakukan penanganan terhadap long case covid ini dengan melakukan kegiatan rehabilitasi," katanya, Kamis (3/6).

Salah satu organ yang akan direhabilitasi pada lansia terpapar Covid-19 di antaranya paru. Menurut Dante, pada umumnya fungsi paru pada lansia tidak berkembang dengan baik sehingga membutuhkan rehabilitasi.

"Rehabilitasi ini dilakukan dengan melakukan upaya-upaya kontrol tempat faskes walaupun mereka sudah sembuh dari Covid-19 untuk diberikan edukasi bagaimana mengatur secara fisik bahwa gejala-gejala long covid ini menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Dokter Spesialis Paru Kepala Bagian Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara TK I R. Said Sukanto, Yahya, mengatakan berdasarkan kelompok umur, lansia paling banyak mengalami long Covid-19. Namun, lansia yang sangat berisiko mengalami long Covid-19 karena memiliki komorbid, seperti penyakit paru.

Sementara berdasarkan gender, penderita long Covid-19 terbanyak adalah pria. Salah satu penyebabnya, pria memiliki kebiasaan merokok sehingga berisiko mengalami gangguan paru.

"Tentang gender, rupanya laki-laki. Salah satu faktor utamanya yaitu kebiasaan merokok itu juga ikut memberatkan gejala terhadap adanya infeksi Covid-19," katanya dalam diskusi virtual, Kamis (3/6).

Yahya menjelaskan, berdasarkan riset Fakultas Kedokteran Universitas indonesia (FKUI), long Covid-19 terjadi setelah empat minggu terpapar Covid-19 dan dinyatakan negatif. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari long Covid-19 pun beragam.

"Ada yang hanya sampai satu bulan, itu pun hanya 53,7 persen. Kemudian ada yang sampai 43,6 persen selama 1 hingga 6 bulan. Kemudian lebih dari 6 bulan itu 2,7 persen," paparnya.

Menurut Yahya, gejala long Covid-19 yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala lemas, sesak, nyeri sendi, batuk, anosmia, diare dan nyeri otot.

Dia menambahkan, hingga saat ini, belum diketahui penyebab utama munculnya long Covid-19. Namun, kata Yahya, long Covid-19 disinyalir disebabkan sejumlah hal, di antaranya gaya hidup tidak sehat, komorbid dan kejiwaan tidak stabil.

"Barangkali yang tidak kalah penting aspek kejiwaannya. Mungkin dia baperan, kan memang ada faktor titik lemahnya orang ini gampang depresi, gampang nervous. Itu juga menjadi salah satu faktor timbulnya long covid," tandasnya. [lia]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini