Antisipasi Erupsi, Warga Lereng Merapi di Boyolali Siagakan 18 Pos Jaga

Kamis, 21 Januari 2021 09:35 Reporter : Arie Sunaryo
Antisipasi Erupsi, Warga Lereng Merapi di Boyolali Siagakan 18 Pos Jaga Erupsi Gunung Merapi. ©2014 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga kini masih belum menunjukkan penurunan. Untuk mengantisipasi terjadinya erupsi, warga Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali yang terletak tak jauh dari puncak terus bersiaga.

Pemerintah desa setempat membangun 18 titik pos ronda dan 1 pos induk yang berlokasi di Kantor Balai Desa Klakah. Pos tersebut dimanfaatkan warga untuk memantau aktivitas Merapi dan mengevakuasi warga. Saat ini warga di desa tersebut memang belum mau mengungsi.

"Kami menyiapkan 18 pos jaga untuk memantau kondisi Merapi. Kita libatkan relawan dan masyarakat setempat untuk siaga. Warga tetap waspada dan tetap kita gerakkan untuk ronda di kampung-kampung," ujar Kepala Desa Klakah, Marwoto, kepada wartawan, Kamis (21/1).

Marwoto mengatakan, pada November 2020 lalu warga Desa Klakah sempat mengungsi di tempat penampungan sementara (TPPS) di Balai Desa Klakah. Namun setelah Merapi tak menunjukkan tanda-tanda bahaya warga memilih kembali ke rumah.

Menurut Marwoto, ada sekitar 1400 warga Desa Klakah yang memilih tidak mengungsi. Meskipun Gunung Merapi telah berulangkali mengeluarkan lava pijar dan awan panas. Marbot mengaku tidak bisa menghalangi warganya karena menyangkut kebutuhan hidup.

"Warga belum mau mengungsi karena faktor ekonomi. Mereka memilih bertani dan beternak, karena pekerjaan utama mereka untuk menyambung hidup," katanya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau warga agar pergi ke ladang yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman. Hal ini untuk memudahkan proses evakuasi jika terjadi erupsi.

Selain faktor ekonomi, dikatakannya, warga yang enggan mengungsi dikarenakan arah guguran lava pijar dan awan panas tidak membahayakan. Yakni ke barat daya atau hulu Kali Krasak. Sedangkan Desa Klakah sendiri terletak di sebelah utara Gunung Merapi.

"Kita amati arahnya ke barat daya atau Kali Krasak. Tapi kita terus antisipasi, tetap sigap dan siaga untuk evakuasi. Intinya kalau statusnya jadi awas warga siap untuk turun," katanya.

Namun selama masih siaga, lanjut dia, warga tetap di rumah dan waspada. Desa Klakah, terutama Dukuh Sumber dan Bakalan hanya berjarak 3-4 kilometer dari puncak Merapi. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini