Antisipasi Arus Balik, Kemenkes Akan Kirim 200 Ribu Alat Test Antigen ke Bakauheni

Jumat, 14 Mei 2021 15:25 Reporter : Supriatin
Antisipasi Arus Balik, Kemenkes Akan Kirim 200 Ribu Alat Test Antigen ke Bakauheni Tes antigen acak bagi pemudik. ©CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan akan mengirimkan 200.000 alat rapid test antigen untuk mendukung pemeriksaan pemudik pada arus balik di penyeberangan Bakauheni-Merak. Ratusan ribu alat rapid test antigen ini akan dikirim melalui Dinas Kesehatan Lampung.

"Prinsipnya saya dapat angka 150.000 sampai 200.000. Kita akan support, segera akan kami kirim melalui Dinkes atau KKP," kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, Jumat (14/5).

Selain alat rapid test antigen, Maxi juga menyatakan pihaknya akan mengirimkan tenaga kesehatan untuk membantu pemeriksaan di penyeberangan Bakauheni-Merak. Namun, dia tidak memastikan berapa orang yang akan diterjunkan.

Maxi menyarankan, pemeriksaan terhadap pemudik yang kembali ke Pulau Jawa menggunakan rapid test antigen tidak dilakukan di Pelabuhan Bakauheni. Sebab, pelabuhan tersebut tidak akan mampu menampung pemudik yang hendak menjalani pemeriksaan.

Menurutnya, satgas khusus penyeberangan Bakauheni-Merak harus melakukan pemetaan lokasi yang tepat untuk melakukan pemeriksaan rapid test antigen, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

"Tadi teknisnya kalau boleh diatur, jangan di pelabuhan, karena akan menimbulan chaos," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo memberikan arahan terkait penggunaan alat swab antigen di penyeberangan Bakauheni-Merak saat mengawasi arus balik pemudik. Dia meminta, penggunaan swab antigen diprioritaskan bagi pemudik yang tidak membawa dokumen perjalanan lengkap atau kondisi kesehatannya tidak stabil.

"Jadi kita pastikan ini supaya nanti di lapangan tidak bingung, tidak ragu dan tidak bimbang. Rencananya, swab antigen ini hanya diberlakukan bagi mereka yang ketika membawa dokumen tidak bisa menunjukkan bukti atau mereka yang secara fisik diragukan kesehatannya," katanya dalam Rakor Satgas Penanganan Covid-19, Jumat (14/5).

Doni mengatakan alat swab antigen tidak bisa digunakan untuk memeriksa seluruh pemudik yang kembali ke Pulau Jawa melalui Bakauheni. Alasannya, Kementerian Kesehatan memiliki keterbatasan alat swab antigen.

"Kalau catatan saya kemarin, yang sudah menyeberang ke Sumatera itu ratusan ribu, mungkin mendekati satu juta orang. Nah kalau ini kita lakukan antigen semuanya maka biaya yang dikeluarkan pemerintah sangat besar. Saya yakin Kementerian Kesehatan tidak memiliki alat pemeriksaan swab antigen sebanyak itu," ujarnya.

Sementara pemeriksaan terhadap pemudik dengan dokumen perjalanan lengkap, kata Doni, cukup menggunakan GeNose apabila alat rapid test antigen habis terpakai.

"GeNose sudah bisa kita berlakukan, namun prioritasnya adalah antigen, karena GeNose kalau kita lihat terakhir ada faktor false yang cukup tinggi," tandasnya. [yan]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini