Antiklimaks Dugaan Penganiayaan Luthfi, Kapolri Bentuk Tim Tapi Kini Malah Disetop

Rabu, 5 Februari 2020 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Antiklimaks Dugaan Penganiayaan Luthfi, Kapolri Bentuk Tim Tapi Kini Malah Disetop Lutfi Alfiandi jalani sidang vonis. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pengakuan Lutfi Alfiandi saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1) lalu menjadi sorotan. Lutfi mengaku disiksa saat menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat.

Dalam sidang, Lutfi mengatakan saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk dirinya sama sekali tidak didampingi kuasa hukum. Saat itu ia mengalami tindak kekerasan seperti dipukul, disetrum bahkan lehernya diikat plastik. Hal itu dilakukan agar Lutfi mengaku melempar batu saat demo pelajar menolak RUU KUHP.

Kapolri Jenderal Idham Azis sempat memerintahkan jajarannya untuk mengusut kasus dugaan penganiayaan terhadap Lutfi Alfiandi. Namun tiba-tiba polisi menghentikan pengusutan kasus tersebut.

Baca Selanjutnya: Pengakuan Lutfi Alfiandi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini