Antara flash mob dan goyang Poco-poco

Minggu, 30 September 2012 15:22 Reporter : Mustiana Lestari
Antara flash mob dan goyang Poco-poco Vancouver flash mob. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak orang yang kini memikirkan apakah Poco-poco termasuk kedalam fenomena flash mob yang sedang digandrungi anak-anak muda sekarang. Sebabnya, ketika mendengar lagu Poco-poco, layaknya flash mob, kebanyakan orang, khususnya ibu-ibu, biasanya dengan spontan akan bergabung menari bersama mengikuti lagu karangan Arie Sapulette ini.

Flash mob dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk melakukan suatu hal, salah satunya menari. Poco-poco menjadi pilihan untuk sajian flash mob, seperti yang pernah dilakukan oleh 9.839 peserta dari 18 fakultas dan satu sekolah vokasi di UGM beberapa waktu lalu.

Bedanya dengan tarian flash mob kebanyakan, hampir setiap orang mengetahui gerakan tarian poco-poco yakni dua langkah kecil ke kanan, kembali ke tempat, lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang, kemudian maju ke depan sambil berputar. Begitu seterusnya gerakan tersebut diulang-ulang. Hal itulah mengapa tarian Poco-poco dijadikan salah satu pilihan tarian termudah untuk flash mob.

Bahkan jika mungkin, peserta bisa bertambah tanpa dikomando. Alasannya, tentu saja karena tarian yang pertama diperkenalkan oleh TNI dan polisi ini sudah akrab dan sering digunakan untuk senam atau sekedar bersenang-senang. Meskipun jenis lagunya sudah beragam mulai dari cha-cha hingga dangdut.

Tak salah para koreografer menggunakan tarian Poco-poco untuk perfomance flash mob mereka. Selain mulai mendunia, tak ada salahnya memasukan tarian bernuasa Indonesia. Jadi mari ber-flashmob-poco-poco. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Flashmob
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini