Aniaya Warga dan Ancam Aparat di Garut, Dadang Buaya Cs Dijerat Pasal Berlapis

Senin, 31 Mei 2021 22:00 Reporter : Mochammad Iqbal
Aniaya Warga dan Ancam Aparat di Garut, Dadang Buaya Cs Dijerat Pasal Berlapis Dadang Buaya dan rekannya di Mapolres Garut, Senin (31/5). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan, pihaknya menerapkan pasal berlapis pada DA alias Dadang Buaya dan rekan-rekannya. Setidaknya ada tiga pasal yang diterapkan dengan ancaman hukuman 17 tahun penjara.

"Dugaan tindak pidana (yang dikenakan), menguasai membawa senjata tajam tanpa izin, kekerasan di muka umum, dan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951. Selain itu juga kita kenakan Pasal 170 juncto Pasal 351 KUHP," kata Adi di Mapolres Garut, Senin (31/5).

Dia menjelaskan, Dadang Buaya menganiaya seorang nelayan di sekitar Pantai Sayang Heulang pada Jumat (28/5). Korban juga diancam dengan senjata tajam.

"Kemudian korban melaporkan kepada saudaranya yang anggota TNI dari Kodim Depok yang sedang cuti. Terjadi adu mulut hingga perkelahian, dan masyarakat sekitar kemudian melaporkan hal tersebut ke Bhabinkamtibmas atas nama Bripka Bedi. Bripka Bedi berusaha melerai, namun ada perlawanan dari pelaku, bahkan sempat akan dibacok," jelasnya.

Korban, anggota TNI, dan Bhabinkamtibmas, saat itu langsung menyelamatkan diri. Sekitar pukul 09.15, DA bersama rekan-rekannya kemudian bergerak ke Koramil Pameungpeuk untuk mencari anggota TNI yang sempat berselisih dengannya.

Di Markas Koramil, kata Adi, sempat terjadi pengancaman dan keluar kata-kata kasar dari mulut pelaku sebelum berhasil diadang. Setelahnya, Dadang Buaya dan rekan-rekannya bergerak ke Polsek Pameungpeuk untuk mencari Bripka Bedi.

Saat sampai di Polsek Pameungpeuk, mereka bertemu Bripka Uun yang sedang melakukan penjagaan. "Ada upaya untuk pengancaman terhadap Uun, namun berhasil dilerai. Setelahnya, Polsek dan Koramil bersama-sama melakukan penangkapan kepada pelaku. Ada dua pelaku yang diamankan, yaitu DA dan HE," katanya.

Adi mengatakan pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti kasus itu, yakni 1 egrek, 2 bilah golok dengan panjang 60 Cm, sebilah samurai sepanjang 70 Cm, dan sebotol minuman keras.

"Diduga saat melakukan kegiatannya para pelaku dikuasai oleh minuman keras. Sampai saat ini pemeriksaan belum bisa dilaksanakan karena kondisi tersangka masih mabuk berat," sebutnya.

Kondisi Garut Selatan Aman

Adi memaparkan saat kejadian pihaknya mengerahkan satu peleton personel kepolisian ditambah anggota TNI dari Kodim 0611 Garut untuk melakukan penjagaan.

"Saat ini kalau melihat situasi dan kondisi sudah kondusif. Di wilayah selatan itu ada dua kejadian dalam satu wilayah, namun kasus yang berbeda tidak ada kaitan. Untuk keduanya sudah dilakukan penangkapan kepada yang terkait, saksi-saksi juga sudah diperiksa. Mudah-mudahan ke depan situasi sudah kondusif," katanya.

Dia juga menyebut bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dandim dan Dandenpom setelah munculnya kejadian itu. Mengantisipasi kejadian serupa, mereka akan melakukan operasi besar-besaran yang targetnya minuman keras. "Karena kejadian ini dipicu atau trigernya minuman keras," sebutnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0611 Garut Letkol CZi Deni Iskandar memastikan situasi dan kondisi di wilayah Garut Selatan aman dan kondusif setelah Dadang Buaya ditangkap. Wilayah itu sempat dijaga personel TNI dan Polri untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.

"Alhamdulillah setelah koordinasi (TNI) dengan pihak kepolisian, situasi di Koramil dan Polsek Pameungpeuk juga Cibalong, kondusif dan aman terkendali. Tidak ada masalah," ujarnya.

Agar aksi premanisme tidak kembali terjadi di wilayah itu, Dandim mengaku bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian. "Di mana pun, tindakan premanisme dan kriminal ini meresahkan dan harus diberantas. Kami Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) tidak mengizinkan adanya aksi premanisme di Kabupaten Garut," tegasnya. [yan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penganiayaan
  3. Premanisme
  4. Kriminal
  5. Garut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini