Aniaya pedagang nasi goreng, 2 anak punk ditangkap polisi

Selasa, 4 Juni 2013 01:15 Reporter : Abdul Aji
Aksi Solidaritas Anak Punk. merdeka.com

Merdeka.com - Dua anak punk, berinisial T (19) dan AF (15), yang biasa mangkal di perempatan lampu merah SKA, ditangkap jajaran Polsek Payung Sekaki, Senin malam (2/6). Keduanya diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Jefry (23), pedagang nasi goreng, Kamis (23/5) lalu di sekitar tempat mangkal mereka.

"Ketika akan digiring ke mapolsek, keduanya sempat berusaha melarikan diri, namun anggota kita cepat menangkapnya. Dan selanjutnya, kedua tersangka akan kita jerat pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal tujuh tahun penjara,'' ujar Kanit Reskrim Iptu Billy Gustiano Barman, saat dikonfirmasi, Senin (3/6).

Pelaku T (19) berasal dari Medan, warga Jalan Pelikan raya, Kecamatan Tembung, Medan. Sedangkan, AF (15) warga Jalan Siringo-ringo.

Gustiano mengatakan keduanya dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengaiayaan secara bersama-sama.

Peristiwa pengeroyokan itu bermula, ketika korban melarang AF mencuci wajahnya di tempat mencuci piring korban. Kemudian AF melaporkan kejadian itu kepada rekannya T.

''Saya dikabari AF bahwa dia habis dipukul Jeffry pedagang nasi goreng. Makanya saya langsung memukul korban,'' ujar salah seorang tersangka, T kepada merdeka.com di ruangan Kanit Reskrim Mapolsek Payung Sekaki.

T mengaku di bawah pengaruh pil dextro, sehingga membuatnya nekat memukul korban. "Kami khilaf, karena saat itu kami dalam pengaruh pil Dekstro,'' jelas T. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan
  2. Anak Punk
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.