Angka Kematian akibat Covid-19 di Garut, Karawang dan Tasikmalaya Tertinggi se-Jabar

Jumat, 30 Juli 2021 03:33 Reporter : Aksara Bebey
Angka Kematian akibat Covid-19 di Garut, Karawang dan Tasikmalaya Tertinggi se-Jabar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut tiga daerah dengan tingkat kematian tertinggi akibat Covid-19. Upaya pencegahan sekaligus penelusuran warga yang terkonfirmasi Covid-19 terus ditingkatkan.

Pria yang akrab disapa Emil ini menyatakan bahwa laporan tentang Covid-19 termasuk tingkat kematian terus diperbarui setiap hari dari pemerintah kabupaten kota. Saat ini angka total kematian di Jawa Barat mengalami peningkatan.

"Tingkat kematian kita di 1,5 persen (secara total di Jawa Barat) per hari ini. Cukup naik dari dari minggu sebelumnya 0,08 persen. Ada tiga kota kabupaten yang tingkat kematiannya tertinggi, yakni Kabupaten Garut 4,08 persen, Kabupaten Karawang 4,02 persen dan Tasikmalaya 3,51 persen," kata Emil, Kamis (29/7).

Upaya pencegahan yang saat ini sedang berjalan adalah dengan pemberian obat gratis bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, termasuk pinjam pakai tabung oksigen medis bagi yang membutuhkan penanganan khusus.

"Ada sekira 2.000 tabung oksigen dari Pemprov sedang bersirkulasi, kemudian telemedicine ada sekitar 2.000 pertanyaan dari warga isoman," terang dia.

Selain itu, ada penguatan terhadap 300 ribu relawan berbasis RT yang bertugas menelusuri orang yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka terus memperbarui laporan atau temuan kasus secara melalui sistem digital tracer. Data ini kemudian disampaikan oleh koordinator untuk dilaporkan kembali ke pusat berbasis puskesmas.

Kemudian, peningkatan laboratorium kesehatan (labkes) untuk mengecek sampel. Di Jawa Barat saat ini ada sekitar 126 labkes, dengan kapasitas 25 ribu sampel. Ridwan Kamil menargetkan kapasitas bisa terus naik empat kali lipat dari yang ada.

"Pusat isolasi itu kami laporkan keterisan pusat isolasi kurang lebih ada 14 ribu bed. sekarang sudah turun ke 60 persen sehingga BOR (tingkat keterisian) pusat isolasi kami rata-rata di 33,5 persen. Jadi secara umumm ada penurunan jumlah pasien di pusat isolasi maupun rumah sakit. BOR rumah sakit sekitar 60,17 persen," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini