Anggota KSB di Papua Serahkan Diri Karena Ingin Hidup Normal

Rabu, 24 Juni 2020 09:53 Reporter : Nur Habibie
Anggota KSB di Papua Serahkan Diri Karena Ingin Hidup Normal Acara Penerimaan Senpi dan Ikrar mantan KSB. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Bupati Puncak Jaya Bapak Yuni Wonda, bersama Dandim 1714/PJ Letkol INF Agus Sunaryo dan Kapolres Puncak Jaya AKBP Mikael Saradal menggelar apel luar biasa ASN dan TNI-Polri, Instansi Vertikal,Tokoh Masyarakat, dan Ormas Kabupaten Puncak Jaya. Apel ini dilakukan di Lapangan Alun-alun Roh Kudus, Jalan Drs Philipus Andreas Coem Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, pada Senin (22/6) kemarin.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, apel yang dilaksanakan itu sekaligus penyerahan senjata api pistol jenis Baretta (buatan Italia) milik Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) Tendison Enumbi

"Penyerahan senjata tersebut berawal dari pendekatan kekeluargaan yang dilakukan oleh Dandim 1714/PJ kepada Sdr Tendison Enumbi sehingga dirinya dengan sukarela menyerahkan senjata tersebut dan kembali ke NKRI," kata Eko dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Sementara itu, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo mengungkapkan, kegiatan ini hal yang sangat luar biasa. Karena, kejadian ini bukan serta-merta diserahkan begitu saja, namun telah melalui proses panjang yakni pendekatan persuasif dan kekeluargaan kepada Tendison.

"Sehingga secara terus-menerus melakukan komunikasi kepada kami, kemudian kami mengimbau dan mengajak untuk menyerahkan senjata. Tendison juga sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin kembali ke jalan yang benar dan hidup normal," ungkap Dandim.

Selain itu, Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda menambahkan, Tendison Enumbi yang merupakan salah seorang Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Kabupaten Puncak Jaya dengan kesadaran diri sendiri telah menyerahkan senjata api kepada Negara.

"Ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah, TNI dan Polri dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang kita bangun selama ini sehingga masyarakat dapat membangun kepercayaan kepada Pemerintah," ujar Yuni.

Yuni mengungkapkan, di bawah tiang bendera merah putih sudah 2 kali acara seperti ini di laksanakan dengan kesadaran masyarakat. Hal ini juga membuktikan, jika masyarakat Puncak Jaya taat kepada hukum.

"Saya selaku Bupati Puncak Jaya mengucapkan terimakasih kepada adik kita Tendison Enumbi yang telah menyerahkan senjata miliknya dan kembali ke pangkuan NKRI," ucapnya.

Yuni mengajak seluruh masyarakat di Papua khususnya Puncak Jaya tanggungjawab untuk menjaga keamanan di Kabupaten Puncak Jaya bukan hanya tanggungjawab TNI-Polri. Tapi seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Puncak Jaya.

"Saya juga mengajak kepada teman-teman KSB untuk kembali kepangkuan NKRI kami siap akan memberikan pekerjaan kepada mereka apabila menyerahkan diri," tutupnya.

Perlu diketahui bahwa penyerahan senjata api ini merupakan kejadian kedua kali yaitu pertama yg dilakukan oleh Telangga Gire (Mantan KSB Tingginambut) dan kedua dilakukan Tendison Enumbi (kelompok KSB Wilayah Mewuluk yang menyerahkan Diri) dengan menyerahkan satu pucuk senjata Api jenis Baretta (buatan Italia) Kal.9 × 9 mm kepada Bupati Puncak Jaya dan hari ini diserahkan kepada aparat TNI-Polri. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini