Anggota Komisi III Desak Aliran Rp100 Triliun Kasus Jiwasraya Ditelusuri

Selasa, 27 Oktober 2020 17:52 Reporter : Ahda Bayhaqi
Anggota Komisi III Desak Aliran Rp100 Triliun Kasus Jiwasraya Ditelusuri Hinca Pandjaitan. ©2018 Merdeka.com/Intan

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan menilai vonis pidana seumur hidup terhadap Benny Tjokro dan Heru Hidaya sudah tepat. Selain pidana penjara, Heru dikenakan denda Rp6.078 triliun dan Benny dikenakan denda Rp10.728.

Hinca berharap, penegakan hukum ini juga dapat mengembalikan kerugian negara. Serta kepada para nasabah yang dirugikan.

"Saya harap Putusan Hakim ini dapat melahirkan keadilan bagi seluruh pihak termasuk para nasabah yang juga mendapat kerugian," katanya kepada wartawan, Selasa (27/10).

Hinca juga mendorong perlu ditelusuri temuan PPATK bahwa ada indikasi aliran uang Rp 100 triliun dari kasus Jiwasraya ini.

"Karena rezim penegakan hukum yang dipakai adalah TPPU tentu Jaksa beserta PPATK harus menelusuri lebih dalam lagi sejauh mana asset dari Jiwasraya mengalir," kata politikus Demokrat ini.

Selain itu, Kejaksaan juga perlu menjawab nasib dana nasabah. Hinca meminta negara hadir dan tidak menelantarkan nasabah yang menjadi korban.

"Pertanyaan selanjutnya juga yang tak kalah utama yang harus dijawab Kejaksaan adalah bagaimana nasib dana nasabah seperti dana Wanarta Life, yang jumlahnya besar sekali, pasca putusan ini," kata Hinca.

Diberitakan, Majelis hakim memvonis terdakwa kasus penyalahgunaan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dengan pidana penjara seumur hidup. Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat juga divonis sama. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini