Anggota DPRD Bekasi Serahkan Anaknya Tersangka Pemerkosaan ke Polisi

Jumat, 21 Mei 2021 15:30 Reporter : Adi Nugroho
Anggota DPRD Bekasi Serahkan Anaknya Tersangka Pemerkosaan ke Polisi Anggota DPRD Bekasi Serahkan Anaknya Tersangka Pemerkosaan ke Polisi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Anak anggota DPRD Kota Bekasi, Amri Tanjung alias AT (21) sudah diserahkan ke polisi, Jumat (21/5). Tersangka diserahkan langsung oleh keluarganya, termasuk orang tuanya, IHT.

"Proses penyerahan saudara AT tadi malam, kami jemput di Bandung, di daerah Cicaheum, sampai di sini jam empat pagi," kata kuasa hukum IHT, Bambang Sunaryo kepada wartawan di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (21/5).

Sebelum penyerahan, kata dia, anggota dewan itu menghubungi kepolisian supaya menarik personel di lapangan yang sedang memburu AT. Sebab, keluarga telah mengetahui keberadaan AT dan menjamin akan menyerahkannya.

"Saya bersama orang tuanya menyerahkan kepada penyidik," kata dia.

Di Bandung, kata dia, AT tinggal bersama dengan kawannya. Adapun, AT diketahui di Bandung setelah pihak keluarga bergerak mencari tahu keberadaan, setelah IHT diminta klarifikasi oleh penyidik.

"Di Bandung itu tempat tinggal kawannya," kata Bambang.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota menetapkan AT (21), anak anggota DPRD Kota Bekasi sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur berinisial PU (15). Saat ini keberadaan AT masih terus dicari pihak kepolisian.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi, Rabu (19/5/2021).

Menurut dia, tersangka sudah dua kali mangkir dalam pemanggilan oleh pihak penyidik. Alhasil, tersangka kini tengah jadi buruan aparat kepolisian.

AT dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor STPL/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bks Kota, pada 12 April 2021 atas dugaan asusila.

Korban disekap selama hampir satu minggu di sebuah kos-kosan di wilayah Pengasinan, Rawalumbu. Selama disekap, korban dicabuli pelaku lebih dari satu kali, pada Minggu 11 April 2021.

Selain pencabulan, pelaku juga diduga menjual korban kepada lelaki hidung belang. Korban mengaku dalam sehari dipaksa melayani 4 sampai 5 pria hidung belang. Pelaku menawarkan jasa korban melalui aplikasi MiChat, sembari menyertakan foto-foto korban.

Reporter: Nanda Perdana Putra [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini